kumparan
5 Mei 2019 11:59 WIB

Ryamizard Akan Bertemu Menhan Vietnam, Bahas Insiden Penabrakan Kapal

KRI Usman Harun saat cekal salah satu dari dua kapal ikan asing asal Vietnam di perairan Natuna Utara. Foto: Dok. Dispen Koarmada 1
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku akan segera bertemu dengan Menteri Pertahanan Vietnam untuk membahas insiden kapal Vietnam yang menabrak Kapal KRI di Natuna beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Pertemuan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei saat pertemuan Menteri Pertahanan se-Asia Tenggara.
“Akhir bulan ini saya akan ada pertemuan dengan menteri-menteri pertahanan se Asean. Nanti kita ketemu dengan Menhan Vietnam,” ujar Ryamizard di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).
Suasana di perairan Natuna Utara sempat tegang karena insiden penabrakan kapal pengawas Vietnam kepada KRI Tjiptadi-381. Namun, Ryamizard menyebut insiden tersebut dapat diselesaikan dengan baik antara kedua negara.
“Kita selesaikan baik-baik. Kita bersahabat, jangan musuh-musuhan,” ujar Ryamizard.
Video
KRI Tjiptadi-381 milik TNI AL ditabrak oleh kapal pengawas perikanan Vietnam saat hendak menindak kapal ikan asing yang melakukan illegal fishing di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, Sabtu (27/4).
ADVERTISEMENT
Menurut Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, kejadian itu bermula saat KRI Tjiptadi-381 hendak melakukan penegakan hukum di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Saat itu, kapal nelayan Vietnam dikawal oleh kapal pengawas perikanan Vietnam KN 264 dan KN 231.
Saat TNI AL hendak memeriksa awak kapal, kapal pengawas perikanan Vietnam berusaha menghalangi dan memprovokasi dengan cara menabrakkan kapalnya ke lambung kiri KRI Tjiptadi-381. Akibat insiden ini, KRI Tjiptadi-381 mengalami kerusakan.
Meski demikian, 12 ABK kapal ikan asing Vietnam itu berhasil ditangkap dan direncanakan akan diserahkan ke Lanal Ranai untuk proses hukum selanjutnya. Sementara dua ABK kapal asing tersebut lolos sebab melompat ke laut dan ditolong oleh petugas kapal pengawas perikanan Vietnam.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan