Pencarian populer

Saat Anak Papua Ikut Kampanyekan Pentingnya Hutan di COP24 Polandia

Aksi Unjuk Rasa Perubahan Iklim saat COP24 di Katowice, Polandia. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Selembar kertas karton kuning bertuliskan 'Kalau kao diam, kitong punah. Ayo jaga hutan!' terlihat dalam barisan demonstran di Kota Katowice, Polandia, Sabtu (8/12) sore waktu setempat. Kertas itu dipegang oleh perempuan asal tanah Papua, Alfa Ahoren (22).

Alfa, datang jauh-jauh dari Papua hanya untuk menyuarakan masalah lingkungan di tempat tinggalnya. Ia merupakan salah satu delegasi Indonesia yang terlibat dalam Komisi Perubahan Iklim PBB atau Conference of Parties (COP) UNFCCC ke-24.

Alfa Ahoren, seorang anak Papua, mengkampanyekan masalah hutan di COP24 Polandia. (Foto: Kelik Wahyu Nugroho/kumparan)

Ia tampak tak ragu saat bergabung dengan pengunjuk rasa lain dari seluruh dunia untuk mengkampanyekan masalah lingkungan. Sesekali, tangannya mengepal ke atas sembari berteriak lantang, meminta keadilan dalam mengatasi perubahan iklim.

“We need justice climate!” seru Alfa di lokasi.

Alfa berharap, para pemimpin dunia segera mengambil sikap dengan memperhatikan hutan serta mengurangi emisi karbon. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersuara dan merebut kembali haknya di sektor lingkungan.

Aksi Unjuk Rasa Perubahan Iklim saat COP24 di Katowice, Polandia. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

“Pesan yang ingin saya sampaikan kalau kau diam kita pun punah. kau harus bersuara menyuarakan hak-hak kita yang dirampas oleh kapitalisme,” ujar Alfa kepada kumparan.

Warga Manokwari itu benar-benar sadar, nasib hutan Papua ada di tangannya. Sebagai anak Papua, ia tak ingin berpangku tangan melihat hutan, yang memberinya kehidupan, hancur akibat ulah manusia yang rakus.

Aksi Unjuk Rasa Perubahan Iklim saat COP24 di Katowice, Polandia. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

“Kita harus menyuarakan hak-hak kita karena hutan adalah ibu kita dan hutan adalah payung bagi dunia kita. So, mari selamatkan dan jaga hutan kita,” tegas Alfa.

Alfa merupakan salah satu peserta Program Sekolah Eco Diplomacy asal Papua. Ia mendapatkan pelatihan hampir 4 bulan di Jakarta oleh EcoNusa Foundation dan diharapkan dapat membagikan pengalamannya di bidang pelestarian hutan kepada masyarakat Papua.

Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53