kumparan
21 Apr 2019 6:10 WIB

Saat Prabowo Tolak Temui Utusan Jokowi

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti Debat Ke IV Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/3). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pak Prabowo, saya ini senang naik sepeda. Saya senang naik sepeda, dan sering ketika naik sepeda, rantainya putus. Tapi percayalah pada saya Pak Prabowo, bahwa rantai persahabatan kita rantai persahabatan saya dan Pak Prabowo yakinlah tidak akan pernah terputus. - Capres 01 Joko Widodo saat menutup debat keempat pilpres, 30 Maret 2019.

ADVERTISEMENT

Jadi memang karena ini debat Pak, audiens kalau lihat kita terlalu bersahabat mereka enggak...... Jadi ini sulitnya memang ya. Gimana ya, saya juga bersahabat sama beliau. Kalau kita berbeda, kita berbeda tentang kenegaraan. - Capres 02 Prabowo Subianto membalasnya.

Masih ingatkan pernyataan Jokowi dan Prabowo saat menutup debat keempat pilpres, 30 Maret 2019, saat mereka saling memuji sebagai dua orang sahabat? Ya, meski berbeda pandangan politik, namun Jokowi dan Prabowo tetap menjalin hubungan baik.
Debat memang sudah selesai. Hari pemilu juga telah usai. Hasil penghitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo-Sandiaga Uno.
Pasca pengumuman hasil quick count, Jokowi menyatakan komunikasi dan silaturahmi dengan Prabowo-Sandi tetap terjaga. Ia bahkan menyebut telah mengirim utusan untuk menemui Prabowo. Lewat utusannya itu, ia menyampaikan keinginannya bertemu mantan Danjen Kopassus itu seusai pilpres berakhir.
ADVERTISEMENT
"Sudah sering saya sampaikan bahwa persahabatan dan tali silaturahmi kami semuanya, saya dan Pak Kiai Ma'ruf tidak akan putus dengan Pak Prabowo juga Pak Sandi, sehingga siang tadi saya utus seseorang untuk bertemu dengan beliau," ujar Jokowi saat konferensi pers di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).
"Agar kita bisa komunikasi dan kalau bisa bertemu sehingga rakyat melihat bahwa pemilu telah selesai dengan lancar, aman, damai," lanjutnya.
Di hari yang sama, usai deklarasi kemenangan di kediamannya di Jalan Kertanegara, Prabowo menyebut belum menerima utusan dari Jokowi. Meski begitu, ia menjamin hubungannya dengan Jokowi tetap berjalan baik.
"Tapi yang jelas hubungan saya baik dengan beliau dan semua ya kita ingin baik," ucap Prabowo.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama Cawapres Sandiaga Uno mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Siapa sosok utusan itu juga tak langsung diungkap. Hanya saja, sosok yang dikirim Jokowi itu harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan Prabowo, serta dapat membangun suasana percakapan yang cair.
ADVERTISEMENT
"Yang pasti yang diutus harus bisa berkomunikasi, harus tahu masalahnya kan. Nanti kalau pergi kalau you enggak kenal sama itu ketemu mau ngomong apa. Kan mesti kenal dulu, tahu masalahnya bisa berkomunikasi yang enak yang nyaman karena kita mau mengurus negara," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jhonny G. Plate.
Lalu, siapakah sosok yang diutus Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo?
Luhut Panjaitan Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sosok utusan itu diungkap oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo. Hasyim membenarkan Jokowi telah mengusung seseorang, yaitu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Pak Luhut Panjaitan akan ketemu Pak Prabowo. “Saya dengar besok (Minggu), tapi kepastian jadwal saya belum tahu. Saya kira di sini, di Kertanegara, saya dengar gitu,” tutur Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4).
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Hashim mengakui tak tahu detail waktu dan pembahasan yang akan dilakukan.
Suasana konferensi pers BPN di Media Center. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Namun, nampaknya rencana pertemuan itu harus batal, atau mungkin tertunda. Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjutak menyatakan Prabowo menolak rencana tersebut. Dahnil menjelaskan, Prabowo menolak bertemu bertemu karena ingin fokus mengawal penghitungan suara Pemilu 2019.
"Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tidak memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara. Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1," ungkap Dahnil dalam cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar.
Kabar itu juga dibenarkan oleh Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said. Mantan Menteri ESDM menyebut Prabowo-Sandi saat ini masih fokus bersama pendukung dan relawannya dalam mengawal pemilu.
ADVERTISEMENT
"Pak Prabowo dan Pak Sandi fokus menjaga moral tim untuk memperjuangkan kemenangan," tegas Sudirman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan