kumparan
12 Jan 2018 18:14 WIB

Saat Uber, Grab, dan GO-JEK Menyatu dalam Band Geng Ojol

Empat personil Geng Ojol (Foto: Instagram @gengojol)
Empat pengemudi ojek online (ojol) dari perusahaan berbeda berkumpul di studio rekaman. Mereka besiap pada posisi masing-masing lalu mulai menyayikan sebuah lagu berjudul Jangan Dicancel yang berkisah tentang keluh kesah ojek online saat mengantar penumpang.
ADVERTISEMENT
Mereka ternyata bukan driver ojek online biasa, tetapi mereka tergabung dalam sebuah grup band yang bernama 'Geng Ojol'. Grup Band Geng Ojol terdiri dari Taufik asal Bekasi Timur, sebagai vokalis merangkap bassist, Reza Hardana (Depok) gitaris, Nicky Demos (Bekasi Utara) berposisi drumer, dan Dian Susanto (Tangsel) gitaris, mereka berasal dari Grab, Uber dan GO-JEK.
Salah satu personel band, Nicky menceritakan awal mula keakraban mereka. Kala itu mereka tengah mengikuti audisi khusus ojek online yang punya minat di bidang musik. Audisi diadakan oleh komposer muda Eka Gustiwan dan Deddy Corbuzier.
"Awalnya dari keprihatinan om Deddy Corbuzier sama driver ojek online yang sering dapat perlakuan kurang manusiawi. Beliau ngidein buat bikin grup musik untuk ojek online biar kita sebagai driver ga dipandang sebelah mata. Lalu Ka Eka Gustiwana bikin video di instagram, kalau beliau membuka audisi untuk driver ojol sejabodetabek yang bisa bernyanyi atau bermain musik, agar bisa diajak kolaborasi sama beliau," ujar Nicky saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Jumat (12/1).
ADVERTISEMENT
Dari banyaknya perserta, akhirnya terpilihlah mereka. Walaupun awalnya merasa canggung karena perbedaan perusahaan ojek online, dengan berjalannya waktu mereka menemukan chemistry satu sama lain.
"Karena chemistry musik itu menurut saya bisa saja muncul disaat kita ngopi bersama atau bercanda bareng. Itulah musik. Bahasa universal. Jadi perbedaan provider bukan halangan untuk kami, justru kami menghargai perbedaan itu," ujar Nicky.
Loading Instagram...
Setelah merasa menemukan kecocokan dan satu misi dan visi dalam bermusik mereka kemudian mencipta lagu dengan judul Jangan Dicancel yang bercerita tentang harapan mereka sebagai tukang ojek online.
Nicky dan kawan-kawan terus berlatih walaupun job yang menghampiri grupnya belum banyak. Tak jarang juga timbul cekcok satu sama lain karena masalah sepele.
ADVERTISEMENT
"Kalau cekcok biasanya si Topik mau nongkrong di warkop, nah saya kepingin ke KFC karena lapar. Jadi timbul cekcok sedikit. Abis itu baikan hahaha ini real pas mau acara di Youtube Fanfest Jakarta. Udah gitu pas samapi KFC cuma pesan yang gocengan. Tapi nongkrongnya dua jam," lanjutnya.
Loading Instagram...
Banyak yang berubah dari kehidupan mereka berempat setelah terbentuknya grup musik ini, mulai dari lingkungan terdahulu yang sering mencemooh sekarang mulai baik kepada mereka, merasakan hotel mewah, makan di hotel. Tak hanya itu, mereka juga terkenal di kalangan pengemudi ojek online dan para beberapa konsumen.
"Masuk ke acara pakai akses VIP. Sampai hal terlucu, pas mau manggung di Youtube Fanfest di hotel, karena saya pakai jaket GO-JEK hampir diamanin sama securitynya. Dan disangka saya mau anter go food atau barang. Padahal saya yang isi acara . Semua berkat kemurahan Tuhan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Walaupun sudah terbentuk menjadi sebuah grup band dan akan memiliki jadwal di berbagai tempat, keempat driver ini berjanji akan tetap menjalankan profesi sehari-harinya sebagai driver ojek online. Mereka juga tetap bersyukur walaupun perubahan finansial tidak terlalu signifikan, Nicky dan teman-temanya tetap bersyukur karena mendapatkan pengalaman berharga yang mereka dapatkan selama terbentuknya grup band ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan