kumparan
3 Jun 2018 17:29 WIB

Safari Cak Imin di Jabar dan Jateng: Galang Dukungan Demi Cawapres

Cak Imin raih dukungan komunitas Moge (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Percaya diri dan 'agresif'. Begitulah manuver Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019. Cak Imin --sapaan Muhaimin, gencar menggalang dukungan ke sejumlah pesantren dan ulama dengan safari ke daerah.
ADVERTISEMENT
Sepekan terakhir dilakoni Wakil Ketua MPR itu ke berbagai desa di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan jargon JOIN (Jokowi-Cak Imin). Safari itu dinamakan Safari C1NTA (Cak Imin untuk Indonesia) yang diawali di Kabupaten Majalengka, Kuningan dan Cirebon. Hingga ke Jawa Tengah mulai dari Demak, Kudus dan berakhir di Semarang.
Jelajah Cinta dan Desa Ramadhan
Cak Imin dan Eko Putro Sanjoyo sahur di Majalengka (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Di Majalengka, Cak Imin mengajak Menteri Desa Eko Putro Sandjojo bersama-sama menghadiri acara Jelajah Desa dengan temu sapa kepala desa se-Kabupaten Majalengka. Sambil menyosialisasikan dirinya sebagai cawapres pada 2019, Cak Imin mendorong agar desa-desa menjadi pusat kekuatan bangsa.
“Tadi Pak Bupati dan kita terus cari format pembangunan desa. Karena cita-cita Pak Jokowi memang membuat desa menjadi kekuatan bangsa. Bagaimana desa menjadi pusat center development,” kata Cak Imin di Desa Kawung Hili, Majalenka, Jawa Barat Rabu, (30/5).
ADVERTISEMENT
Di hari yang sama, Cak Imin bersama Mendes kembali menyapa seluruh kepala desa se-Kabupaten Cirebon tepatnya di Desa Gegesik. Di situ, Cak Imin lagi-lagi mempromosikan diri sebagai cawapres Jokowi 2019.
Cak Imin dan Mendes di Acara Jelajah Desa. (Foto: Ricad Saka/kumparan)
“Saya bersyukur sekaligus siap untuk melaksanakan perintah untuk menjadi wakil presiden di 2019. Kedua, mohon doanya moga-moga perjuangan ini diridhoi dan dimudahkan Allah SWT,” ujar Cak Imin.
Dalam sejumlah acara Jelajah Desa tersebut, Cak Imin rutin didampingi oleh Menteri Desa Eko Putru Sandjojo, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan sejumlah politikus PKB lainnya.
Namun, ketika di acara Jelajah Desa di GOR Pancasila, giliran Menristekdikti Mohammad Nasir dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri yang mendampingi Cak Imin. Kedua menteri ini punya latar belakang NU seperti Cak Imin.
Cak Imin dan Mendes di Acara Jelajah Desa. (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Kemudian i Cirebon, Cak Imin berziarah ke makam Sunan Gunungjati. Hal itu ia lakukan semata-mata untuk memanjatkan doa dan restu ke para leluhur agar dimudahkan perjuangannya menjadi cawapres.
Cak Imin ziarah ke makam KH Abdul Chalim. (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Minta Restu Sejumlah Pondok Pesantren
ADVERTISEMENT
Pada malam hari di Cirebon, Cak Imin mengunjungi kediaman pengasuh pondok pesantren Bunten, KH Adib Rofiuddin. Didampingi Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Plt Ketua Fraksi PKB Cucun A. Syamsurizal, dan politikus PKB lainnya, Cak Imin secara terang-terangan meminta restu untuk menjadi cawapres Jokowi di 2019.
Setelah menggelar pertemuan empat mata antara Cak Imin dengan KH Adib Rofiuddin selama setengah jam, Ketua Umum PKB itu merasa senang dan bahagia karena bisa bersilaturahmi dan mendapat dukungan untuk menjadi cawapres pendamping Jokowi yaitu JOIN (Jokowi-Cak Imin).
Cak Imin dan Pengasuh Ponpes Buntet (Foto: Ricad Saka/Kumparan)
“Yang paling penting adalah mohon doa restu dan dukungan untuk JOIN, Jokowi-Cak Imin. Dukungan doa restu moga-moga berjalan lancar, moga-moga bisa bermanfaat skaligus bisa memberi kemajuan buat NU, pesantren dan juga bangsa Indonesia pada umumnya,” kata Cak Imin di kediaman KH Adib Rofiuddin, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (30/5).
ADVERTISEMENT
“Tentu harapan kami dengan sowan Ramadhan yang penuh berkah ini akan semakin melancarkan perjuangan ke tahun 2019,” imbuhnya.
Sementara, KH Adib Rofiuddin mendukung penuh niat Cak Imin untuk bisa menjadi cawapres Jokowi. Menurutnya, Cak Imin adalah salah satu pimpinan NU, pesantren-pesantren dan umat Islam di Nusantara.
“Jadi sangat-sangat layak kalau beliau itu mendampingi Bapak Jokowi untuk periode berikutnya. Dan inshaallah semua kiai se-Indonesia semuanya mendoakan dan mendukung penuh tentang kecawapresannya, atau pasangan JOIN yaitu Pak Jokowi dan Pak Muhaimin,” pungkas pengasuh ponpes Buntet itu.
Cak Imin dan Pengasuh Ponpes Buntet (Foto: Ricad Saka/Kumparan)
Ke esokan harinya Kamis (31/5), Cak Imin kembali menyambangi sebuah pondok pesantren yakni ponpes Nurul Huda di Kabupaten Kuningan. Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengumpulkan ratusan ulama Kuningan dan menyatakan diri kesiapannya untuk menjadi cawapres Jokowi.
ADVERTISEMENT
“Wabilkhusus saya ucapkan terima kasih kepada KH Abdul Aziz (pengasuh ponpes Nurul Huda). Insyaallah saya akan berjuang mewujudkan kemauan kyai dan ulama. Khususnya di Kuningan ini,” tutur Cak Imin di Ponpes Nurul Huda, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (31/5).
“Inilah yang saya sebut sebagai harapan sepi dan tertutup, dia tak terungkap. Hanya dititipkan dipercayakan dengan tawaddhu, dengan sopan santun bahkan rendah hati. Maka saya siap laksanakan dukungan dan perintah jadi cawapres,” imbuh dia.
Jadi Cawpres Ibarat Teh Botol Sosro
Cak Imin hadiri acara Jelajah Desa di Demak (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Setelah mengakhiri Safari C1NTA di Jawa Barat, Cak Imin melanjutkan agenda sosialisasi pencawapresannya ke Demak, Jawa Tengah. Di acara konsolidasi ulama rakyat PKB di Tegal, Cak Imin mengungkapkan, para ulama di Jawa Barat banyak bertanya, opsi apakah yang diambil Cak Imin jika Jokowi tak memilihnya sebagai cawapres.
ADVERTISEMENT
Namun, Cak Imin tak bisa menjawab pertanyaan para kiai tersebut secara pasti. Dia menyebut, jika Jokowi tak menggaetnya sebagai cawapres, maka ia akan mengumpulkan seuruh ulama NU se-Indonesia untuk meminta arahan guna menentukan sikap politik terkait capres alternatif.
Loading Instagram...
“Kalau JOIN (Jokowi-Cak Imin) tidak jodoh gimana? Atau kalau join ditolak Jokowi gimana? Kalau bertepuk sebelah tangan ya patah hati. Ya kalau patah hati masuk kamar tutup pintu, zikir. Kita tunggu siapa (capres) yang nyetop duluan, baru kita ikut, kita ajak,” katanya di hadapan ratusan ulama Demak, di Rumah Makan Sinar, Jawa Tengah, Jumat (1/6).
Sebab, Cak Imin mengklaim, ia adalah sosok cawapres yang sangat ideal. Sehingga, posisi cawapres bagi capres yang memilihnya akan bisa membawa kemenganan.
ADVERTISEMENT

Cak Imin ini ibarat teh botol sosro. Apapun makannya, minumnya teh botol sosro. Jadi siapapun capresnya, cawapresnya Cak Imin.

- Muhaimin Iskandar

“Sejauh ini Pak Prabowo saya lihat belum secara pasti menjadi capres. Tapi, Prabowo bisa menang kalau wapresnya Cak Imin,” ujarnya.
Kemudian, Cak Imin juga mengumpulkan seluruh aktivis NU se-Jawa Tengah di sebuah cafe di Semarang. Acara temu aktivis tersebut membahas terkait konsolidasi kekuatan politik PKB untuk pemenangan Cagub dan Cawagub Jateng yang diusung PKB yakni Sudirman Said-Ida Fauziyah. Dan tentu juga terkait konsolidasi pencawapresannya di 2019.
Cak Imin hadiri acara Jelajah Desa di Demak (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Sayangnya, awak media tak diberi akses untuk meliput acara secara keseluruhan. Di akhir acara sahur tersebut, Cak Imin sempat memaparkan bahwa acara itu bagian dari persiapan tim sukses yang akan mendukungnnya menjadi cawapres pada 2019.
ADVERTISEMENT
“Acara ini bagian dari persiapan tim sukses untuk saya di 2019. Saya berharap kepada semua teman-teman aktivis NU, mulai dari PMII hingga organisasi otonom NU lainnya yang hadir di sini untuk secara suka rela mau menjadi bagian dari tim sukses,” ujarnya.
“Jadi ingat, setelah pulang dari sini bikin gerakan, ya paling tidak minimal ke tetangga-tetangga lah. Sampaikan niat baik, keseriusan saya ini. Sebab, sudah saatnya santri memimpin bangsa,” imbuh dia.
Safara C1NTA Cak Imin akan terus berlanjut hingga ke Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan bis C1NTA yang terpampang besar wajahnya itu, Cak Imin akan kembali mengunjungi sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur guna mensosialisasikan dirinya sebagai cawapres pada 2019.
Cak Imin berdialog dengan masyarakat (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Sekali mendayung tiga pulau terlampau, selain menggalang dukungan untuk cawapres Jokowi, manuver Cak Imin terbukti berhasil mendongkrak suara PKB jelang Pemilu 2019. Dalam survei Charta Politika, suara PKB menanjak dari Januari 2018 di peringkat 5 dengan angka 5 persen. Kini di posisi keempat dengan 7 persen.
ADVERTISEMENT
Akankah benar-benar Jokowi memilih Cak Imin? Persaingan tidak mudah. Tunggu saja.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan