Pencarian populer

Saksi Gambarkan Horor Penikaman Massal Anak-anak di Jepang

Petugas mengidentifikasi korban di lokasi penikaman di Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5). Foto: Kyodo via REUTERS

Peristiwa mengerikan itu terjadi di sebuah kota yang tenang di Jepang. Pada pagi yang sibuk pada Selasa (28/5), seorang pria menikam dengan membabi buta anak-anak sekolah di sebuah halte bus. Pemandangan setelahnya membuat para saksi bergidik ngeri.

Satu anak berusia 12 tahun dan seorang pria berusia 39 tahun meninggal dunia. Sedikitnya 15 orang terluka tikaman senjata tajam. Pelaku, pria berusia 50-an, tewas akibat bunuh diri, mengiris lehernya sendiri.

Peristiwa itu terjadi di halte dekat taman Noborito, kota Kawasaki, sekitar 17 kilometer baratdaya Tokyo. Para korban yang berusia 6-12 tahun tengah menunggu bus untuk menuju sekolah mereka, Soeurs de la Charite de Quebec, yang terletak sekitar 1 km dari halte.

Polisi berjaga di lokasi penikaman di Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5). Foto: social media. @_RASSUN5001 via REUTERS

Saksi mata mengatakan, pelaku datang membawa pisau di kedua tangannya lalu menikam anak-anak malang itu sambil berteriak "Aku bunuh kalian!".

Matsumoto, warga sekitar, keluar dari rumahnya setelah mendengar suara teriakan anak-anak perempuan. Teriakan yang tidak akan dilupakannya seumur hidup.

"Sulit menggambarkannya seperti apa, bagaimana suaranya. Itu bukan suara anak-anak gadis sedang bermain, suaranya tidak normal," kata pria 25 tahun ini kepada AFP.

Petugas melakukan identifikasi di lokasi penikaman di Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5). Foto: Kyodo via REUTERS

Ketika dia keluar, Matsumoto menyaksikan anak-anak telah bertumbangan, horor. Kebanyakan mereka mengalami luka di bagian wajah, kepala, dan lengan. Beberapa korban terserak hingga ke taman. Matsumoto melihat darah.

"Saya melihat seorang pria terkapar di jalan. Saya juga melihat anak gadis membungkuk di tanah. Ada lima atau enam anak gadis, salah satu dari mereka berteriak.....ada darah di mana-mana," lanjut Matsumoto.

Pelaku sempat ditangkap polisi dengan luka parah di lehernya, tidak lama kemudian dia meninggal dunia. Tewasnya pelaku membuat motif peristiwa ini jadi misterius, penyelidikan tengah dilakukan.

Warga di sekitar lokasi penikaman di Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5). Foto: social media. @_RASSUN5001 via REUTERS

Lokasi kejadian langsung dipenuhi polisi dan tim medis. Beberapa polisi terlihat menyiram darah dengan selang. Dalam foto-foto Reuters, anak-anak itu terlihat duduk atau berbaring di atas terpal, mendapat perawatan medis.

"Saya melihat seorang anak lelaki membawa tas sekolah dengan luka goresan di wajah, lengan, dan kakinya di tempat parkir," kata seorang saksi yang dikutip NHK.

"Dia terlihat gemetar, ketakutan dan syok," lanjut dia.

Bunga dari masyarakat di lokasi penikaman di kota Kawasaki, Jepang. Foto: REUTERS/Issei Kato

Menurut petugas medis di Fakultas Medis St Marianna University, seorang wanita berusia 40-an dan tiga anak gadis menderita luka serius.

"Mereka akan menjalani operasi bedah, terutama di kepala dan leher. Setelah itu, mereka akan ditransfer ke ruang ICU," kata Takehito Otsubo, asisten direktur rumah sakit itu.

Beberapa kali kasus penikaman terjadi di Jepang. Pada 2010, seorang pria menikam anak-anak di bus sekolah dan bus umum, melukai puluhan orang.

Bunga dari masyarakat di lokasi penikaman di kota Kawasaki, Jepang. Foto: REUTERS/Issei Kato

Pada 2018, penikaman yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya terjadi di atas kereta cepat Jepang. Akibat peristiwa ini, jawatan kereta Jepang meningkatkan keamanan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku sangat marah mendengar peristiwa ini. "Ini adalah kasus yang sangat mengerikan. Saya marah sekali," kata Abe dalam pernyataannya di televisi.

"Saya menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan berharap mereka yang terluka segera pulih," lanjut Abe.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63