Pencarian populer

Sandi Jenguk Driver Ojol yang Ditabrak Model Tiara Ayu

Sandi jenguk driver ojek online. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjenguk Nur Irfan (38), pengemudi ojek online yang kakinya harus diamputasi usai ditabrak oleh mobil BMW yang dikendarai seorang model bernama Tiara Ayu Fauziah pada Senin (9/4) yang lalu. Hingga saat ini, Irfan masih dirawat secara intensif di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Sandi datang ditemani Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi, Direktur RSUD Tarakan dr Togi Tasman Sinaga, dan jajaran RSUD Tarakan lainnya. Sandi mengungkapkan bahwa Irfan merupakan seorang santri yang ikut dalam kegiatan Jakarta Berlari, bagian dari Laskar Syuhada Fii Sabilillah.

"Saya menengok sahabat santri kita Muh Irfan yang ikut dalam kegiatan Jakarta Berlari. Dia adalah bagian dari sufi runner," kata Sandi, Rabu (18/4).

Usai melihat keadaan Irfan, Sandi mengungkapkan kondisinya dalam keadaan stabil. Ia berharap agar Irfan dapat segera pulih.

"Saya pastikan keadaan stabil dan dapat keluar dari ICU sebentar lagi. Amputasi berjalan lancar, demam dan infeksi mulai turun. Kita harapkan pemilihannya," ujarnya.

Loading Instagram...

Dengan kondisi kaki Irfan saat ini, kata Sandi, maka Irfan kehilangan pekerjaannya sebagai driver online. Untuk meringankan beban Irfan, Sandi memastikan biaya medis seluruhnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Saya prihatin bahwa akhirnya kehilangan pekerjaan. Dia pengemudi ojek online yang menjadi tulang punggung. Tadi kami langsung memberikan kemudahan, saya perintahkan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan dr Koesnedi untuk memberikan fasilitas," tuturnya.

"Nanti sampai kaki prosthetic leg, yang nanti mudah-mudahan begitu pulih 9-12 bulan setelah itu, (rumah sakit) Tarakan bisa mulai treatment untuk memakai prosthetic leg yang suatu saat kita harapkan bisa dia bisa kembali lagi bekerja," kata dia.

Selain itu, Sandi juga mengajak para relawan termasuk para santri untuk dapat berdonasi untuk membantu ekonomi Irfan setelah sembuh nanti.

"Kita mendorong teman relawan untuk mengumpulkan donasi sehingga bisa membantu, bukan hanya biaya kesehatan tetapi juga biaya hidup terkendala karena dia tulang punggung keluarga," ujarnya.

"Ini juga jadi kesempatan pada santri untuk mendoakan dan ikut berdonasi," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60