Pencarian populer

Sandi: Kemacetan Tanah Abang Juga Karena Galian Kabel Fiber Optic

Sandiaga Uno di RS Tarakan (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri Munas Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) ke II di Hotel JW Marriot Hotel, Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Sandi mengatakan memerlukan sebuah konektivitas untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota metropolis di tahun 2030.

"Kita perlu konektivitas. Jakarta ini mau jadi kota metropolis ekonomi ketujuh dunia, mungkin di tahun 2030. Gimana caranya kalau kita tidak berkoneksi dengan jasa telekomunikasi," kata Sandi di lokasi, Kamis (19/4).

Dalam mewujudkan Jakarta yang terkoneksi, Sandi mengatakan ada masalah yang timbul dalam mewujudkan hal tersebut. Menurut Sandi, salah satu penyebab kemacaten Jakarta juga didukung oleh proyek galian kabel fiber optic yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga.

"Kasian Pak Yusmada (Kadis Bina Marga) dimarahin orang kok galian lagi, galian lagi, galian lagi, bikin macet. Nah Tanah Abang ini data teknologi nih, data kemacetan Tanah Abang setelah 18 minggu penataan, dibandingkan PKL ternyata 11, 12 dengan data galian kabel pak," paparnya.

Menurut Sandi, ia telah memberikan teguran kepada Kepala Bina Marga DKI Yusmada Faizal terkait proyek galian tersebut.

"Macet itu macam di Tanah Abang gara-gara galian kabel. Saya marahin Pak Yusmada katanya temennya bapak tuh asyik gali gara-gara tidak pakai izin," ujarnya.

Saat ini, kata Sandi, dalam masa kepempimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pemprov ingin mewujudkan Jakarta menjadi kota yang partisipatif kolaboratif. Sehingga dapat terbangun komunikasi yang lebih baik di Jakarta.

"Ini sekarang di era baru Pak Anies menyampaikan kotanya partisipasitif kolaboratif. Kita ingin ke depan insyaallah mulai terbangun komunikasi yang lebih baik," imbuhnya.

Sandi juga berpesan agar Jakarta dapat terus terhubung dengan sarana infrastuktur komunikasi yang dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.

"Pokoknya kita harus tersambung dengan baik dan memiliki infrastuktur jaringan telekomunikasi yang low cost," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23