kumparan
25 Apr 2019 17:02 WIB

Sandi Setuju Pemilu Gunakan e-Voting: Kita Harus Mampu Naik Kelas

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tinjau relawan dan melihat pengawalan c1 di Ciputat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menyetujui usulan agar Pemilu 2024 menggunakan sistem e-voting agar lebih efektif. Sandi menganggap, dengan anggaran yang mencapai Rp 25 triliun seharusnya pemilu bisa diselenggarakan secara efisien.
ADVERTISEMENT
“Dengan Rp 25 triliun lebih yang digelontorkan untuk ini mestinya kita punya pemilu yang lebih canggih. Sekarang kita di zaman revolusi industri 4.0. Kita harus mampu naik kelas,” kata Sandi saat meninjau relawan dan melihat pengawalan C1 di Cirendeu, Tangerang Selatan, Kamis, (25/4).
Sandi merasa seharusnya sistem e-voting bisa diterapkan di Pemilu 2019, sehingga berbagai permasalahan yang saat ini terjadi bisa diantisipasi dengan baik. Namun ia tidak mau menyalahkan siapa pun mengenai pelaksanaan Pemilu 2019.
Sandiaga Uno di acara Indonesia Young Entrepreneur Summit 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
“Jangan saling menyalahkan, tapi kita persiapkan dulu sekarang dan tentukan bahwa bencana ini, 149 KPPS meninggal dan kesimpangsiuran data, ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil ini, rekapitulasi, C1 yang dibakar dan dipertontonkan, ya dengan e-voting, dengan sistem IT yang kuat, anak-anak muda yang hebat ya, saya yakin bisa,” ujar Sandi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Komisioner KPU Viryan Azis menjelaskan sistem e-voting dapat membantu mengurangi beban pekerjaan petugas KPPS hingga Panwaslu dalam penghitungan suara karena menggunakan alat elektronik.
Usulan ini melihat pada banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit karena kelelahan saat menjalankan pemungutan dan penghitungan suara di Pemilu 2019.
Namun, Bawaslu menganggap sistem tersebut belum perlu untuk dilakukan saat ini. Sebaliknya, Bawaslu meminta KPU saat ini fokus terlebih dulu terhadap penyelesaian masalah Pemilu 2019 yang masih berjalan, seperti salah input scan C1.
"Kita enggak berbicara itu dulu, selesaikan permasalahan sekarang. Mau bicara itu nantilah setelah evaluasi. Ada pilkada besok 2020, sudah mengkhayal ke situ, di sini (Pemilu 2019) saja masih belum beres," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan