Sandi Setuju Usulan Hari Antihoaks: Silakan Pemerintah Menentukan

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno di Kartanegara, Jakarta, Jumat (7/9) (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Kartanegara, Jakarta, Jumat (7/9) (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Setelah Ratna Sarumpaet mengaku telah membuat cerita bohong soal penganiayaan yang dialaminya, PPP dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengusulkan agar 3 Oktober diperingati sebagai Hari Antihoaks Nasional. Sebabnya, Ratna mengakui seluruh cerita bohongnya pada 3 Oktober.

Cawapres Sandiaga Uno sepakat dengan usul tersebut. Apalagi, saat ini belum terdapat hari khusus untuk memperingati antihoaks.

"Belum ada ya Hari Antihoaks Nasional? Saya sepakat saja. Tanggal 3 Oktober ya," kata Sandi di restoran Al Jazeerah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Dukungan terhadap Hari Antihoaks Nasional, kata Sandi, menjadi salah satu upaya dalam memerangi hoaks.

"Mendukung (Hari Antihoaks). Kita commit terhadap antihoaks. Kita commit," ujarnya.

"Kalau hari kan pemerintah yang menentukan. Silakan saja," ujarnya.

Usulan untuk menjadikan tanggal pengakuan Ratna Sarumpaet menjadi hari antihoaks, diusulkan oleh Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi. Menurut Baidowi, kebohongan yang dibuat Ratna harus diperingati untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif.

"Untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif maka pada tanggal 3 Oktober 2018, PPP mengusulkan untuk diperingati atau ditetapkan sebagai Hari Antihoaks Nasional," kata Baidowi, Rabu (3/10).

Belakangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga mengusulkan peringatan Hari Antihoaks pada 3 Oktober.