Pencarian populer

Sandi soal Elektabilitas Pilpres: Survei Internal Kami Paling Akurat

Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Sejumlah lembaga survei telah mengeluarkan elektabilitas dua pasangan calon yang bertarung di Pilpres 2019, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mayoritas dari lembaga survei menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di atas pasangan Prabowo-Sandi.
ADVERTISEMENT
Misal, survei SMRC menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 60,4 persen, unggul jauh dari Prabowo-Sandi yakni 29,8 persen. Sementara survei yang dilakukan LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,2 persen, sementara Prabowo-Sandi 29,5 persen. Atau survei Indikator dengan hasil Jokowi-Maruf 57,7 persen, serta Prabowo-Sandi 32,3 persen.
Sandi mengaku tidak khawatir dengan sejumlah hasil survei yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf unggul. Ia bahkan mengklaim memiliki survei internal dengan tingkat akurasi yang tinggi.
"Banyak relawan kan (tanya), 'Bang gimana ini survei?'. Tapi saya bilang saya pengalaman di DKI kemarin, seluruh survei tidak ada yang menyatakan (unggul), (tapi) hasilnya seperti itu (menang). Tapi survei internal kami terbukti adalah yang paling akurat," kata Sandi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, survei yang dilakukan tim internalnya melibatkan jutaan responden dari seluruh Indonesia. Maka dari itu, Sandi yakin tingkat margin of error-nya kecil.
"Karena di jutaan (responden) itu surveinya, yang mengikuti itu jutaan bukan sampel. Jadi karena kita memakai data internal, data tersebut sedikit sekali melesetnya," ujar dia.
Namun, saat ditanya jumlah pasti dari jutaan responden yang diucapkannya, Sandi enggan menjawab. Termasuk juga berapa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi berdasarkan hasil survei tim internalnya.
Sandi hanya menyebut elektabilitas keduanya saat ini tengah bersaing ketat. "Saya enggak pernah membocorkan, tapi saya yakin bahwa ini sangat-sangat berat bersaing. Sekarang angkanya sudah semakin dekat. Angkanya semakin dekat dan ini menarik disikapi oleh seluruh relawan, mereka semangat untuk berjuang," tutup Sandi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80