Pencarian populer

Sandi soal Ma'ruf ke Singapura: Kita Fokus Kampanye di Dalam Negeri

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno melambaikan tangan usai mengikuti pertemuan koalisi pengusung Prabowo-Sandi. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin melakukan kunjungan ke Singapura sejak Selasa (16/10). Selain bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Ma'ruf juga menemui Warga Negara Indonesia (WNI) dan memberikan kuliah umum di sebuah universitas.

Tidak seperti Ma'ruf yang sudah bersafari ke luar negeri, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut saat ini masih fokus untuk berkampanye di dalam negeri.

"Kita sekarang masih fokus (kampanye) di dalam negeri, karena kita keterbatasan sumber daya, dana. Karena kalau kampanye di luar negeri kan biayanya tinggi ya, kita mesti berangkat kesana, mengatur bagaimana juga memastikan kita tidak melanggar peraturan tersebut," kata Sandi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).

Sandi mengakui sudah ada undangan sebagai pembicara dari salah satu universitas di Singapura. Namun, ia masih akan mengkaji aturan berkampanye di luar negeri, khususnya di lembaga pendidikan. Karena seperti diketahui, Bawaslu telah mengatur paslon agar tidak berkampanye di lembaga pendidikan.

Ma'ruf Amin bertemu perwakilan masyarakat Indonesia di Singapura. (Foto: Dok. Media Center Ma'ruf Amin)

"Kita pastikan dulu boleh berkampanye di universitas di Singapura, kalau di Universitas di Indonesia kan enggak boleh. Tapi kalau di Singapura, mereka ingin mendengar pandangan Prabowo-Sandi terhadap isu ekonomi," jelasnya.

Selain itu, ia menyampaikan timnya sudah menjadwalkan kegiatan kampanye di sejumlah negara yang banyak dihuni oleh WNI.

KH. Ma'ruf Amin bersama PM Singapura. (Foto: Dok. Istimewa)

"Pada saat mendekati, mungkin di beberapa bulan terakhir, kita mulai juga melakukan strategi, sosialisasi ke beberapa negara yang punya WNI yang banyak seperti Malaysia, Timur Tengah, Hong Kong, Singapura juga," tutupnya.

Hari ini, Ma'ruf memberikan kuliah umum di S. Rajaratnam School of International Studies - Nanyang Technological University (RSiS - NTU), dengan bertemakan 'Rekonsolidasi Islam Moderat dan Ekonomi Berkeadilan di Indonesia'.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35