kumparan
23 Mar 2019 7:37 WIB

Sandi Tanggapi Kritik Susi soal Cantrang: Jangan Berburuk Sangka Dulu

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berkampanye di Bukit Duri, Jakarta, Kamis (21/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengkritik Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Twitter. Susi menyebut Sandi tidak memiliki visi keberlanjutan lantaran akan mengkaji ulang kebijakan cantrang apabila menang dalam Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
“Pemimpin yang tidak memiliki visi keberlanjutan NO WAY!!!” cuit Susi dalam akun Twitter-nya, @susipudjiastuti, Kamis (21/3).
Sandi pun meminta agar Susi tidak suuzan atau berburuk sangka terlebih dahulu. Dirinya memastikan bahwa nantinya revisi kebijakan cantrang tetap akan memperhatikan isu keberlanjutan.
“Tapi kita pastikan, jadi jangan suuzan dulu, kita pastikan bahwa nanti revisinya harus memasukkan isu berkelanjutan juga,” kata Sandi di sela-sela Halawah Aktivis Masjid di Gedung PDHI Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, Jumat (22/3).
Sandiaga Uno di sela-sela Halawah Aktivis Masjid di Gedung PDHI Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, Jumat (22/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Menurutnya, keberlanjutan merupakan suatu keniscayaan, sehingga akan dipastikan juga bahwa solusi yang akan dia usung tetap mempertimbangkan isu lingkungan hidup.
“Tapi yang menjadi fokus utama kita adalah bagaimana mensejahterakan para nelayan. Memberikan keberpihakan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga menuturkan, rencana revisi kebijakan tersebut harus dipahami dengan baik.
“Kalau solusi sendiri, sudah kita sampaikan. Tentunya isu lingkungan hidup itu tidak terpisah dengan kebijakan kita untuk melakukan revisi terhadap kebijakan yang berpihak kepada nelayan. Jadi jangan sampai masyarakat menilai bahwa dengan berpihak kepada nelayan kita merusak lingkungan. Tidak juga," tuturnya.
Susi Pudjiastuti di World Ocean Summit (WOS) 2019. Foto: Arifin Asydad/kumparan
Sandi mengaku akan melibatkan ahli-ahli sebelum mengambil keputusan. Keputusan juga akan diambil dengan pendekatan yang komprehensif.
“Jangan karena pemikiran jangka pendek, kita merusak isu lingkungan hidup yang umurnya tentunya jangka panjang. Jadi keberlanjutan itu akan selalu jadi pertimbangan kita,” ujarnya.
Dari hasil perbincangan dengan nelayan, Sandi mengungkapkan, banyak nelayan yang kehilangan pekerjaan akibat kebijakan cantrang. Selain itu, nelayan juga mengaku kesulitan mendapatkan penghasilan. Industri turunannya, kata Sandi, juga merugi lantaran tidak mendapatkan bahan baku.
ADVERTISEMENT
“Tentunya itu (kebijakan soal cantrang) visi dari Bu Susi. Kita sudah bicara panjang lebar mengenai cantrang dan sebagian masyarakat merasakan bahwa terutama para nelayan peraturan cantrang ini mengakibatkan banyak sekali lapangan pekerjaan hilang,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan