Pencarian populer
News

Satpol PP dan Polisi Syariat Awasi Kafe dan Hotel saat Valentine's Day

Penolakan perayaan valentine di Aceh Foto: AFP/Chaideer Mahyuddin

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariat Islam Kota Banda Aceh akan meningkatkan pengawasan dan patroli saat Valentine's Day 14 Februari mendatang. Personel Satpol PP-WH akan mengawasi setiap kafe dan hotel yang ada di Banda Aceh.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh Muhammad Hidayat mengatakan, pihaknya hanya melakukan patroli lebih intens, namun tak ada pengawasan secara khusus.

“Pengawasan memang rutin kita laksanakan. Tapi kalau secara khusus tidak ada. Karena melihat pengalaman tiap tahunnya masyarakat kita (Banda Aceh) sudah mematuhinya,” kata Hidayat saat dikonfirmasi, Senin (11/2).

Sesuai intruksi Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, imbauan larangan merayakan Valentine's Day sudah diserukan sejak Januari 2019. Pengawasan dilakukan terutama di tempat-tempat keramaian seperti warung kopi dan kafe.

“Jauh hari seruan ini memang sudah kita sosialisasikan ke seluruh masyarakat terutama anak-anak muda di kota Banda Aceh,” ujar dia.

Hidayat berharap pada 14 Februari nanti tak ada aktivitas yang bersifat hura-hura, apalagi merayakan hari Valentine. Mengingat hari kasih sayang itu tak sesuai dengan ajaran dan aturan syariat yang berlaku.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman telah mengeluarkan seruan larangan perayaan Valentine’s Day pada 21 Januari 2019 lalu. Dalam seruan itu, terdapat dua poin mengenai larangan tersebut.

Poin pertama yaitu Aminullah meminta kepada generasi muda, mahasiswa, siswa, dan seluruh masyarakat muslim di Banda Aceh untuk tidak merayakan Valentine's Day dalam bentuk apapun.

Surat larangan dari Wali Kota Banda Aceh kepada kalangan anak muda untuk merayakan Valentine Day. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

“Valentine's Day bertentangan dengan syariat Islam dan budaya Aceh makanya ini dilarang,” katanya.

Sementara pada poin kedua, Aminullah meminta pihak perhotelan/penginapan, kafe, tempat hiburan, dan tempat lainnya dalam wilayah Kota Banda Aceh untuk tidak memfasilitasi kegiatan Valentine's Day.

“Seruan ini dikeluarkan sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam pelaksanaan dan penegakan syariat Islam secara kaffah di Banda Aceh. Sebagai kota gemilang dalam bingkai syariah,” tulisnya.

Seruan semacam ini bukan kali pertama dikeluarkan pemerintah tingkat kabupaten atau kota di Aceh. Hampir setiap tahun, pemerintah tingkat kabupaten, kota, dan provinsi di Aceh selalu melarang peringatan Valentine's Day.

Bukan hanya Valentine's Day, pemkot juga kerap melarang perayaan yang dianggap tidak sejalan dengan syariat Islam, termasuk perayaan pergantian tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: