Pencarian populer

Saudi soal Warganya Minta Suaka di Thailand: Masalah Keluarga

Seorang remaja putri asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, saat bertemu dengan petugas imigrasi di hotel Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Reuters)

Pemerintah Arab Saudi menyebut kasus wanita dari negara mereka yang tertangkap mencari suaka di Thailand adalah masalah keluarga. Penyelesaian secara kekeluargaan juga diharapkan bisa dilakukan menyelesaikan kasus ini.

Dalam pernyataannya di Twitter, Selasa (8/1), Kedutaan Besar Arab Saudi di Bangkok membantah telah meminta ekstradisi Rahaf Mohammed al-Qunun.

"Kerajaan Arab Saudi tidak meminta ekstradisi. Kedutaan menganggap ini adalah masalah keluarga," ujar Kedubes Saudi.

Qunun ditangkap di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Minggu lalu karena dokumen perjalanannya tidak lengkap. Gadis 18 tahun ini mengaku kabur dari keluarganya di tengah liburan ke Kuwait dan akan menuju Australia untuk cari suaka.

Qunun sempat memantik perhatian setelah dia membarikade diri di kamar hotel bandara karena menolak dideportasi. Kepada media, dia mengaku disiksa secara fisik dan mental oleh keluarganya.

Jika dipulangkan, dia takut dibunuh. Karena hal ini, badan imigrasi Thailand batal memulangkan Qunun.

Seorang remaja putri asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, saat bertemu dengan petugas imigrasi di hotel Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. (Foto: Reuters)

Saat ini Qunun telah ditangani oleh badan pencari suaka PBB, UNHCR. Dalam beberapa hari ke depan, menurut badan imigrasi Thailand, akan dilakukan penyelidikan oleh UNHCHR untuk menentukan nasib Qunun.

Kepala imigrasi Thailand Surachate Hakpan mengatakan, ayah dan saudara laki-laki Qunun telah datang ke negara itu untuk bertemu dan menyelesaikan urusan mereka.

"Ayah dan kakaknya ingin bertemu dan berbicara dengan Rahaf, tapi pembicaraan itu harus mendapatkan izin dari PBB," kata Surachate.

Kasus ini terjadi di tengah kecaman dunia terhadap Saudi akibat pembunuhan Jamal Khashoggi. Saudi sebelumnya juga dikritik karena penangkapan aktivis perempuan yang memprotes kebijakan kerajaan.

Pemerintah Australia, negara tujuan Qunun, mengaku mengamati kasus ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan "klaim Al-Qunun bahwa dia bisa disakiti jika kembali ke Arab Saudi sangat mengkhawatirkan."

Senator Australia Sarah Hanson-Young bahkan menyerukan pemerintah untuk memberikan dokumen perjalanan darurat bagi Qunun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23