Pencarian populer

Secercah Cahaya dari Timur

Salah satu tenda sementara Pondok Pesantren Mualaf Papua, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (17/7). Tenda tersebut digunakan para santri dan santriwati untuk tinggal dan belajar. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Canda tawa menyelimuti udara persawahan di pinggir ibu kota. Wajahnya dipenuhi lumpur, namun canda dan tawanya seakan menghilangkan rasa ketakutan dan kengerian para santri dan santriwati baru Pondok Pesantren Mualaf Papua Nuu Waar di Bekasi, Jawa Barat.

Pondok pesantren yang anak didiknya putra daerah asli Papua ini baru saja kedatangan keluarga baru mereka yaitu anak-anak terpilih yang sudah mantap untuk berjalan memeluk agama Islam.

Para santri membawa papan pengenal sembari meneriakan yel-yel dengan bersemangat. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Selain membimbing para mualaf, pondok pesantren yang digagas oleh Ustaz Fadhlan Al-Garamatan ini memiliki visi mencetak dai-dai berkualitas dari timur Indonesia. Sudah banyak lulusan Ponpes Nuu Waar ini yang telah malang melintang di dunia dakwah. Pondok pesantren yang terletak di pedesaan perbatasan antara Bekasi dan Cileungsi ini telah dihuni kurang lebih 750 santri dan santriwati di tahun 2018.

Para santriwati berdiri didepan tenda sementara Pondok Pesantren Mualaf Papua, Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sejumlah santri berlarian ketika diberikan waktu istirahat. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Santri yang tidak tepat waktu diberikan hukuman atas kesalahannya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Seperti pada umumnya setiap kedatangan keluarga baru, Ponpes Nuu Waar menyiapkan acara penyambutan sekaligus pembentukan karakter yang bertujuan melatih ketangkasan, kekompakan dan kekeluargaan para santri dan santriwati baru tersebut.

Mulai dari lewati arena permainan yang telah dibuat sedemikian rupa hingga merangkak ditanah yang penuh lumpur, tak sedikit menimbulkan tawa yang menghibur bagi para santri yang lebih dulu menimba ilmu di Pondok Pesantren Nuu Waar. Meski begitu agenda pembentukan karakter ini jauh dari kata perpeloncoan meskipun ada beberapa santri dan santriwati yang masih belum bisa beradaptasi.

Wajah salah satu santri ketika berbaring di atas tanah. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri menjaga papan pengenal yang dimiliki masing-masing kelompok. Papan tersebut tidak diperbolehkan mengenai tanah dan kotor. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri dan santriwati bermain di halaman Pondok Pesantren Mualaf Papua di Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri dan santriwati bermain di halaman Pondok Pesantren Mualaf Papua di Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri dan santriwati bermain di halaman Pondok Pesantren Mualaf Papua di Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri dan santriwati bermain di halaman Pondok Pesantren Mualaf Papua di Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Para santri dan santriwati bermain di halaman Pondok Pesantren Mualaf Papua di Kabupaten Bekasi. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Setelah berjam-jam habiskan waktu, keringat dan tenaga. Malam pun tiba bersama langit tanpa bintang. Mereka pun kembali berkumpul membentuk lingkaran dengan api unggun di tengahnya.

Para santri dan santriwati diberikan materi pembelajaran di aula pondok pesantren. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sejumlah santri makan siang di halaman pondok pesantren. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sejumlah santri memercikkan air wudhu di waktu istirahat. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Suasana haru pengukuhan para santri dan santriwati. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Suasana haru pengukuhan para santri dan santriwati. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Suasana haru pengukuhan para santri dan santriwati. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Malam yang sunyi itu menjadi saksi penyambutan keluarga baru pondok pesantren yang terletak di tengah area persawahan. Mereka pun bersama-sama membacakan ikrar:

"Kami berjanji kepada Allah SWT untuk menjadi dai-dai muda yang akan membawa perubahan dalam masyarakat di pedalaman Nuu Waar!"

Selepas itu, tangis dan haru mewarnai malam. "Selamat datang, saudara-saudaraku"

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: