Pencarian populer

Sejumlah Pengacara Akan Laporkan Apel Kebangsaan ke Bawaslu dan KPK

Grup musik Letto, tampil pada acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Sekelompok pengacara yang tergabung dalam Advokat Bela Keadilan (ABEKA) Jawa Tengah berencana mengadukan acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3), ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, pengaduan juga dilakukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sekretaris ABEKA Jawa Tengah, Listyani mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan data, terkait pelaporan itu. Dia masih menyusun data dari berbagai sumber.

"Kita lagi susun untuk (laporan) ke KPK. Kita sudah dapat datanya, kita sudah kumpulin," kata Listyani, Senin (18/3).

Suasana Apel Kebangsaan di Simpang Lima, saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyapa warga. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Listyani enggan mengungkap secara detail pelanggaran apa saja yang akan dilaporkan ke Bawaslu dan KPK. "Banyak sih. Dari pemenang tendernya, terus undangan-undangan yang kita kumpulin dari berbagai sumber. Dari daerah-daerah juga. Nanti deh kalau sudah terkumpul, dilaporkan baik ke KPK maupun Bawaslu," ujarnya.

Sementara Ketua ABEKA Jateng, Budi Kiyatno mengatakan, masih menginvestigasi sejumlah hal untuk kepentingan kelengkapan laporan sebelum disampaikan ke instansi terkait. Dia menegaskan, laporan akan dilakukan segera setelah laporan sudah lengkap.

"Pelaporan paling tidak dalam minggu ini," ungkap dia.

Suasana acara Apel Kebangsaan di lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Acara Apel Kebangsaan bertajuk 'Kita Merah Putih' dihelat di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3) kemarin. Dihadiri ribuan orang, apel ini diisi dengan berbagai rangkaian acara.

Mulai dari pertunjukkan kesenian, musik, hingga orasi dari tokoh-tokoh nasional. Tokoh yang berorasi diantaranya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Prof Mahfud MD, Habib Luthfi, hingga Gus Muwafiq.

Apel Kebangsaan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Lantaran selain menggunakan APBD dalam jumlah yang dianggap tidak sedikit, senilai Rp 18 miliar, juga karena urgensi acaranya yang dinilai terlalu berlebihan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama perwakilan Slank, Bimbim, Ridho dan Ivanka saat gelar konferensi pers terkait persiapan Apel Kebangsaan, di Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengerti ada kritik atas penyelenggaraan Apel Kebangsaan yang menelan biaya Rp 18 miliar itu. Ganjar hanya menanggapi santai kritikan itu.

"Enggak apa-apa, orang tidak semuanya setuju, Jateng itu terbuka. Saya pinginnya duduk bareng, jangan curiga dulu," ujar pria 50 tahun ini seusai konferensi pers bersama Slank di Semarang, Sabtu (16/3).

"Planing-nya lama dan e-budgeting sudah lama. Kalau mendadak tidak mungkin bisa masuk. Kalau dadakan publik enggak bisa ngecek," tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.59