kumparan
18 Jul 2019 13:41 WIB

Sekjen PPP Bantah Isu Buwas Calon Ketum PPP: Harus Jadi Pengurus Dulu

Dirut Bulog, Budi Waseso, saat jumpa pers pada Rabu (19/9/2018). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Jelang Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP pada 19-20 Juli, muncul isu Kepala Bulog, Budi Waseso, akan menjadi Ketua Umum PPP, menggantikan Suharso Monoarfa yang saat ini hanya pelaksana tugas (Plt) pengganti Romahurmuziy.
ADVERTISEMENT
Sekjen PPP Arsul Sani membantah kabar tersebut. Bahkan, ia mengaku, baru mendengar isu tersebut dari media nasional.
"Saya belum dengar, kata siapa (Buwas akan jadi ketum PPP?)" ucap Arsul saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (18/7).
Menurut Arsul, Buwas tidak bisa ujuk-ujuk menjadi Ketua Umum PPP. Sebab, kata dia, di AD ART PPP, diatur bahwa calon ketua umum minimal harus menjabat sebagai pengurus DPP selama 1 tahun.
"Kalau dari AD/ART yang ada, maka untuk jadi ketum harus pernah jadi pengurus harian DPP atau Ketua DPW satu periode dulu," jelas Arsul.
Sebelumnya, Buwas juga sudah membantah kabar tersebut karena merasa politik bukan bidangnya. Rencananya, PPP akan membahas soal posisi pelaksana tugas (Plt) ketua umum pada Mukernas IV yang akan digelar pada 19-20 Juli di Serang, Banten.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·