kumparan
14 Jan 2019 19:37 WIB

Sempat Ditutup 1 Jalur Akibat Truk Nyangkut, Tol Tangerang Kini Normal

Tol Jakarta ke arah Merak (Foto: Adhie Ichsan/kumparan)
Jasa Marga Cabang Jakarta-Tangerang-Cengkareng (JTC) kembali membuka satu jalur Tol Jakarta-Tangerang arah Merak yang sempat ditutup karena imbas bak truk tersangkut jembatan penyeberangan orang (JPO) di KM 23, Karawaci, Tangerang.
ADVERTISEMENT
"Pembukaan jalur ini dipastikan setelah proses evakuasi truk berhasil dilakukan. Dengan demikian saat ini keempat lajur telah beroperasi normal secara penuh," jelas Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/1).
Loading Instagram...
Heru membeberkan penanganan bak tersangkut itu mencakup penguatan pada tumpuan di kolom tengah struktur JPO dengan memasang shoring dari H Beam dan menempatkan crane untuk menopang struktur baja JPO pada saat evakuasi bak truk yang tersangkut itu. Pelaksanaan pekerjaan ini akan dilakukan pada pukul 19.00 WIB nanti.
"Pembukaan satu lajur itu dilakukan sejak pukul 15.35 WIB. Pembukaan lajur ini dimungkinkan karena saat ini penanganan akan memasuki proses penguatan JPO dengan memasang shoring dari H Beam di median jalan dan area Right of Way (ROW) sehingga lalu lintas tetap berjalan normal," kata Heru.
Lokasi bak truk yang tersangkut di KM 23 Tol Jakarta-Merak. (Foto: Dok. Jasa Marga)
Kini, keempat lajur di sekitar lokasi telah beroperasi normal sehingga tidak ada kepadatan yang berarti. Meski begitu, Jasa Marga tetap menempatkan para petugas di sekitar lokasi untuk membantu kelancaran lalu lintas.
ADVERTISEMENT
"Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas," imbau Heru.
Kejadian bak truk tersangkut JPO ini terjadi pada pukul 02.10 WIB. Akibat kejadian ini, terjadi kemacetan sejauh 2 kilometer dari KM 21 - KM 23 dan lajur 2 sempat ditutup sementara untuk penanganan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan