Pencarian populer
Setelah 42 Tahun Dikubur, Jasad Guru Ngaji Mak Imah Masih Utuh
20 September 2018 14:00 WIB
0
0
Relokasi makam dipindahkan dari Selatan ke Utara bagian makam (Foto: Fachrizal/kumparan)
Makam TPU Kumpi Saribah yang terletak di kelurahan Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat kini dibongkar dan dipindahkan besar-besaran dalam rangka rencana pembangunan jalan tol Depok-Antasari.
Ada 523 makam yang nantinya akan dipindahkan ke bagian selatan kompleks pemakaman yang tidak teralu jauh dari lokasi makam sebelumnya.
Namun, setelah proses penggalian makam yang dimulai hari Minggu lalu, ditemukan beberapa jenazah yang secara mengejutkan masih dalam bentuk utuh dan dikenali meski telah dimakamkan hingga puluhan tahun.
Menurut koordinator pekerja lapangan TPU setempat Nian Darmawan, ada tiga jenazah yang ditemukan dalam bentuk masih berwujud dan dikenali.
Salah seorang jenazah yang utuh teridentifikasi sebagai Mak Imah, ia meninggal pada tahun 1976 dan berprofesi sebagai guru ngaji. Menurut Nian, ia meninggal karena sakit tua.
Menurut salah seorang warga yang memindahkan jenazah bernama Rohmat, jasad Mak Imah ditemukan dalam keadaan wangi dengan kondisi fisik yang masih sempurna.
“Saat saya memindahkan jenazah mak imah, jenazah ditemukan dalam keadaan wangi, harum. Bahkan gigi dan rambut masih ada,” ungkap Rohmat.
Tak hanya itu, menurut Rohmat, kain kafan mak imah pun masih terlihat putih bersih. Warga setempat terlihat menangis karena terharu melihat kondisi jenazah mak Imah yang masih utuh meski telah dikubur selama 42 tahun.
Kondisi jenazah yang belum dikuburkan kembali. (Foto: Fachrizal/kumparan)
“Di saat itu warga pada nangis, terharu. Kedua, jasadnya wangi. Itulah, ia dijaga dengan benar oleh yang maha kuasa, di luar prediksi manusia, mayit biasanya 3-5 tahun udah tak berbentuk ini sudah 42 tahun masih luar biasa,” ungkapnya.
Makam TPU Kumpi Saribah Sendiri akan direlokasi dari bagian selatan menuju bagian utara makam yang masih tersisa tanah kosong. Sementara makam lama akan dijadikan lokasi perlintasan jalan tol.
Pihak ahli waris telah menerima biaya kompensasi pemindahan jenazah. Menurut Nian, Setiap makam yang dipindahkan, akan dibayarkan uang sejumlah Rp 2 juta dipotong biaya pembuatan batu nisan sebanyak Rp 300 ribu rupiah.
“Kompensasi per makam diberikan sesuai yang kita terima dari panitia tol. Nominalnya dua juta per makam dipotong pembuatan batu nisan 300rb rupiah," jelasnya.
Nian mengaku, meski sempat ada protes dari pihak ahli waris, proses relokasi makam berjalan tanpa hambatan pada akhirnya. Pemindahan makam pun berjalan sesuai syariat Islam dan jenazah disalatkan kembali sebelum dipindahkan.
Hingga Minggu (16/9), sebanyak 231 makam telah direlokasi ke tempat baru. Menurut Nian, pihak pengembang tol hanya memberikan waktu kepada warga setempat hingga Desember.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: