• 0

Siasat Masjid Kampus Hadapi Isu Politik dan LGBT

Siasat Masjid Kampus Hadapi Isu Politik dan LGBT


Asosiasi Masjid Kampus di Kantor Wapres

Asosiasi Masjid Kampus di Kantor Wapres (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Fenomena LGBT kembali mencuat. Pro-kontra isu ini terus merebak dalam masyarakat, apalagi setelah Ketua MPR Zulkifili Hasan menyebut lima Fraksi di DPR mendukung LGBT.
Namun terlepas dari sikap DPR itu, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), punya cara tersendiri menangkal fenomena tersebut. Apa saja?
"Kita memberikan mereka penjelasan dari aspek tata nilai, dari aspek kesehatan, ketegangan sosial, itu kita berikan sangat terbuka," kata Ketua AMKI Hermawan Kresno Dipojono di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Senin (22/1).
"Kami yakin semua ingin mereka cerdas bisa memilih. Cuma, kadang-kadang informasi itu tidak komplit sampai ke mereka," jelas Hermawan.
Masjid-masjid kampus juga menghadapi fenomena LGBT lewat khotbah. Pihaknya menyaring dengan khotbah yang berkualitas bagi para jemaah.
"Khotbah itu juga harus memberikan informasi yang baik dari aspek tata nilai, kesehatan, ketegangan sosial, aspek pendidikan kita berikan," jelasnya.
Tak hanya LGBT saja, AMKI juga menyinggung soal isu politik nasional yang mulai masuk kampus. Meski tak menampik adanya kemungkinan itu, Hermawan berharap para mahasiswa utamanya yang tergabung dalam asosiasi masjid dapat berpikir kritis, apalagi setelah masuk dalam institusi politik.
"Sekarang ini zaman terbuka, mahasiswa sangat cerdas, informasi bisa diperoleh dari mana saja sehingga bisa difilter, ditepis enggak bisa. Ya kita memberikan kepada mereka mampu berpikir secara kritis."
"Kami memang memahami realitas dan dinamika yang ada, tapi itu kita masjid terbuka untuk siapa saja. Kalau bisa anak didik kami memasuki institusi politik supaya berubah menjadi lebih baik, jadi kita terbuka," tuturnya.

NewsLGBTUniversitasPolitik

500

Baca Lainnya