Pencarian populer

Sofyan Basir Minta Rini Soemarno Masuk Daftar Penjenguk di Rutan KPK

Mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjalani sidang dakwaan kasus suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/6). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Sofyan Basir meminta tambahan nama dalam daftar orang-orang yang bisa menjenguk dia di Rutan KPK. Salah satu nama yang diajukan ialah Menteri BUMN Rini Soemarno.

Hal itu diminta Sofyan Basir melalui pengacara kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Usai sidang, Sofyan Basir mengajukan beberapa permohonan kepada hakim, termasuk daftar penjenguk.

"Pertama, permohonan berobat. Kedua, penambahan pengunjung untuk tahanan. Ketiga, permohonan pembukaan rekening, Yang Mulia," kata pengacara Sofyan, Soesilo Aribowo, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/6).

Soesilo kemudian mengajukan suratnya kepada hakim. Menanggapi permohonan adanya daftar pengunjung tambahan bagi Sofyan, jaksa penuntut umum KPK sempat mengajukan keberatan bila dalam daftar itu terdapat merupakan orang yang akan bersaksi di sidang Sofyan.

"Jika nama yang ada di dalam surat yang diajukan ini adalah saksi dalam perkara ini maka kami agak keberatan untuk memberikan izin jenguk sebelum saksi tersebut diperiksa di persidangan," ujar jaksa Budi Sarumpaet.

Hakim kemudian meminta jaksa untuk menyerahkan daftar nama saksi yang akan dihadirkan dalam sidang Sofyan.

Usai persidangan, jaksa menyebut ada sejumlah nama yang diajukan Sofyan. Termasuk Rini Soemarno dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Iwan Supangkat Santoso.

"Ini kan tambahan ya. Sebelumnya juga mengajukan tambahan nama-nama untuk dijenguk, itu kaya Iwan Supangkat, nah kan tidak mungkin kita izinkan Iwan Supangkat untuk bertemu. Terus ada nama ibu Rini Soemarno juga gitu kan," kata Budi usai persidangan.

Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri rapat terbatas terkait penyelesaian masalah pertanahan. Foto: Antara/Wahyu Putro A

"Kami ingin sampaikan di persidangan ini, supaya tidak terjadi perdebatan dengan penasihat hukum terdakwa, nama-nama yang menjadi saksi tidak akan pernah kami izinkan terlebih dahulu, sebelum dia memberikan kesaksian di persidangan," imbuh dia.

Nama Iwan Supangkat beberapa kali disebut dalam dakwaan. Namun saat disinggung apakah Iwan dan Rini Soemarno akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang, jaksa menjawab diplomatis.

Iwan Supangkat Santoso, Direktur Pengadaan strategis PLN di gedung KPK, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Kita lihat kebutuhan dari persidangan ini. Yang penting kan nama itu ada, makanya sepeti itu. Biar tidak terjadi mungkin intervensi atau apa," ujar dia.

Dalam kasus ini, Sofyan didakwa telah memfasilitasi pertemuan antara eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, bekas Mensos Idrus Marham, pemegang saham Blackgold Natural Resources (BNR) Limited Johannes Kotjo dengan jajaran Direksi PT PLN.

Pertemuan itu untuk mempercepat adanya kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU MT Riau-1, antara PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan BNR dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC Ltd), perusahaan yang dibawa Kotjo.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53