kumparan
29 Okt 2018 1:11 WIB

Sohibul soal Kader PKS Mundur: Kalau Sudah Tak Bahagia ya Silakan

Presiden PKS Sohibul Iman (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Sejumlah kader PKS di berbagai daerah ramai-ramai menyatakan mundur, mulai dari Bali hingga Sumatera Utara. Kader-kader yang mundur merasa tidak cocok lagi dengan DPP PKS di bawah kepemimpinan Sohibul Iman, sehingga sebagian bergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) bernama GARBI (Gerakan Arah Baru Indonesia) yang didirikan oleh eks Presiden PKS Anis Matta.
ADVERTISEMENT
Merespons hal itu, Sohibul mengaku santai dengan gelombang resistensi dari para kader-kader yang telah mundur tersebut. Menurutnya, sebagai partai yang terbuka pihaknya mempersilakan para anggota untuk memilih jalan politiknya masing-masing.
"Ya sebetulnya kita kan enggak tahu alasan dasarnya, silakan tanyakan pada mereka. Tapi pada dasarnya berpartai berorganisasi sesatu yang voluntary jadi sesuai dengan minat ya. Jadi kalau memang minat bergabung dengan PKS ya kita terima, kalau di PKS sudah tidak bahagia ya silakan juga," ujar Sohibul di Jakarta, Minggu (28/10).
Ia pun mendoakan agar kader-kader PKS yang mengalami ketidaknyamanan supaya diberikan kebahagiaan di tempat yang baru. Yang terpenting Sohibul berharap, seluruh kader PKS untuk tidak membuat kegaduhan, sebaliknya ia menyarankan kader-kadernya berbuat yang positif untuk partai dan rakyat.
ADVERTISEMENT
"Kami mendoakan mereka yang tidak bahagia di PKS kami doakan bahagia. Tapi tolong kalau sudah betah jangan sampai membuat kegaduhan. Kalau baik jangan gaduh. Jangan memaksa," ucap dia.
Tak hanya itu, gelombang mundur dari PKS juga dianggap Sohibul bukan sesuatu yang besar. Ia meyakinkan sampai saat ini PKS tetap solid untuk menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. Termasuk mendukung dan berkampanye untuk pasangan Prabowo-Sandi.
"Solid insyaAllah," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan