kumparan
18 Sep 2019 17:22 WIB

Sosok Ketum Baru Golkar Dinilai Harus Seperti Akbar Tandjung

Diskusi Publik 'Menyongsong Kepemimpinan Partai Golkar Menghadapi Pemilu 2024' di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019). Foto: Darin Atiandina/kumparan
Ketua DPP Golkar Ridwan Hisjam menilai, siapa pun yang akan terpilih menjadi pimpinan partainya nanti, harus memiliki sikap seperti Akbar Tandjung. Sebab, menurut Ridwan, sosok Ketum Golkar 1998-2004 itu adalah contoh pemimpin partai ideal.
ADVERTISEMENT
“Paradigma baru yang dikembangkan oleh Akbar Tandjung (saat menjadi ketum) membuat Partai Golkar menjadi partai yang kuat saat itu,” kata Ridwan saat diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).
Selain itu, Ridwan menuturkan, untuk bisa memajukan Golkar, maka ketua umum yang baru harus paham dan bisa memanfaatkan penggunaan teknologi. Sebab, fokus Golkar selanjutnya adalah memanfaatkan bonus demografi untuk mendapat suara dari anak muda atau usia produktif.
“Untuk mendapatkan suara bonus demografi itu memakai teknologi, sudah ada yaitu revolusi industri 4.0 tinggal bagaimana kita gunakan untuk kepentingan partai politik. Golkar harus sudah mulai modern memanfaatkan ini untuk memperoleh suara,” ujar Ridwan.
Sementara itu, pengamat politik sekaligus Direktur Etos Indonesia Institute Iskandarsyah sepakat atas pernyataan Ridwan. Menurut Iskandarsyah, Golkar hanya menunjukkan perkembangan paling pesat dibawah kepemimpinan Akbar Tandjung.
ADVERTISEMENT
“Golkar semakin lama trennya semakin terpuruk, padahal dia partai hebat, partai luar biasa, partai tanpa tokoh. Hari ini saya katakan prestasi terbaik Golkar adalah di era Akbar Tandjung, itu suka tidak suka, mau tidak mau, harus diakui,” pungkas Iskandarsyah.
Ketua umum Golkar yang baru akan dipilih pada munas di akhir tahun mendatang. Sejauh ini, ada dua nama yang menjadi kandidat terkuat, yaitu Ketum Airlangga Hartarto dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan