• 8

Sudahkah Indonesia Ramah Bagi Para Difabel?

Sudahkah Indonesia Ramah Bagi Para Difabel?


Menyambut datangnya International Day of Persons with Disabilities atau Hari Penyandang Cacat Internasional, mari melihat lebih dekat bagaimana Tanah Air ini berperan untuk kemudahan akses bagi para disabilitas.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah adalah menyepakati RUU Penyandang Disabilitas menjadi Undang-Undang nomor 8 tahun 2016, sebagai bentuk pemenuhan hak penyandang disabilitas baik dalam hak ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Lalu, bagaimana dengan realisasinya di realita yang ada?
Walaupun masih belum terbilang sempurna, tapi sudah ada beberapa fasilitas yang dibuatkan khusus bagi para penyandang disabilitas. Apa saja contohnya?
Guiding Blocks

Kondisi Trotoar Sekitar SCBD dan FX

Kondisi trotoar di sekitar FX Sudirman (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Banyak trotoar di Jakarta yang dibenahi agar menjadi tempat nyaman bagi para pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas. Dengan memilih Tokyo sebagai role modelnya, dibangunlah guiding blocks atau blok penuntun bagi para penyandang disabilitas untuk berjalan di trotoar. Kalau kamu adalah orang yang suka jalan kaki, pastinya kamu akan menemukan blok-blok berwarna kuning yang terdapat di trotoar-trotoar Ibukota. Nah, itu dia yang dinamakan guiding blocks.
Transportasi publik ramah difable

KRL

Tempat duduk prioritas di krl. (Foto: Sari Kusuma Dewi/kumparan)
Meskipun belum maksimal, banyak transportasi publik yang mulai ramah terhadap disabilitas. Contohnya Commuter Line, di beberapa stasiun, kamu dapat melihat adanya guiding block, jalur bagi kursi roda, hingga di beberapa stasiun pun sedang dibangun lift untuk para penyandang disabilitas. Tak hanya itu, di dalam kereta pun juga terdapat bangku prioritas yang diperuntukan bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu membawa balita, serta lanjut usia. Tak hanya Commuter Line, Trans Jakarta sebagai moda transportasi publik pun tak mau ketinggalan. Di tahun ini saja, Trans Jakarta menyediakan 300 bus ramah difabel, serta meningkatkan pelayanan Trans Jakarta Cares.
Toilet ramah difable

Toilet baru di Monas

Toilet baru di Monas (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Walaupun masih jarang, tetapi kini Indonesia, khususnya Jakarta, terus berbenah untuk mewujudkan Indonesia ramah bagi difabel. Salah satu caranya dengan menyediakan toilet yang ramah bagi para difabel. Tak seperti kebanyakan orang, para difabel pastinya membutuhkan waktu lebih lama untuk menunaikan hajat manusiawinya. Kebanyakan toilet umum yang ada di Indonesia, pastinya belum mendukung kemudahan bagi mereka. Kini, salah satu landmark ternama di Jakarta, Monas, tengah berbenah untuk menyediakan toilet yang nyaman dan ramah difabel. Toilet yang berada di sisi timur Monas ini memiliki akses agak menurun dengan dibangun ramp atau jalur khusus. Toilet khusus difabel pun memiliki ukuran yang lebih luas, dan dilengkapi handle serta wastafel. Tak hanya di Monas, saat ini berbagai pusat perbelanjaan pun turut menyediakan toilet khusus bagi para difabel.
Aksesibilitas merupakan salah satu kunci utama untuk menjadikan Indonesia ramah bagi difabel. Akses bagi para difabel di tanah air memang belum sempurna. Ke depannya, kita pasti berharap agar semua pihak ikut terjun langsung dalam memberikan akses serta kenyamanan bagi saudara-saudara penyandang disabilitas.

com-International Day of Persons with Disabilities

com-International Day of Persons with Disabilities (Foto: Thinkstock)
Seperti inisiasi yang dibuat oleh Rexona dalam gerakan Movement for Movement. Melalui gerakan ini, Rexona membuat gerakan berskala nasional untuk membantu kemudahan bermobilitias bagi teman-teman difabel. Gerakan ini juga mengajak seluruh Indonesia untuk membantu memberikan informasi mengenai lokasi-lokasi yang ramah disabilitas, sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk teman-teman difabel ketika mereka akan berpergian. Jadi, jangan ragu lagi! Mari ikut gerakan #TERUSGERAK di link berikut!

SosialDifabel

500

Baca Lainnya