kumparan
10 Sep 2019 22:16 WIB

Sudirman Said soal Mafia Migas Petral: Tak Ada Korupsi Seorang Diri

Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Foto: Dok. kumparan
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said turut angkat bicara soal kasus dugaan korupsi mafia migas yang diungkap oleh KPK. Dalam kasus itu, KPK menjerat satu orang tersangka, yakni mantan Dirut Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sekaligus eks Managing Director Pertamina Energy Service (PES), Bambang Irianto.
ADVERTISEMENT
Sudirman Said masih menjabat Menteri ESDM saat Petral dibubarkan. Ia pun bicara soal mengapa Petral harus bubar serta bagaimana ia memandang kasus di Petral dan PES yang diusut KPK.
Berikut tanya jawab antara kumparan dan Sudirman Said:
Kasus dugaan suap eks Dirut Petral ini diduga terjadi pada 2010-2013, apakah anda sudah menduga hal ini bakal terjadi?
Upaya untuk menata rantai pasokan (supply chain) migas sudah dilakukan sejak tahun 2009 ketika saya bekerja di Pertamina. Tapi usaha itu tidak mudah. Mengapa tidak harus dibenahi? karena memang ditengarai ada inefisiensi.
KPK menduga Petral hanya paper company, korupsi terjadi di Pertamina Energy Service. Apakah anda melihat hal tersebut juga?
Petral itu sebutan yang populer dikenal masyarakat. Tetapi nama perusahaan legal formalnya memang saat ini adalah Pertamina Energy Services Ltd.
ADVERTISEMENT
Apa sebenernya yang terjadi di Petral dari sudut pandang anda sehingga dinilai perlu dibubarkan?
Pertama, soal persepsi bahwa Petral jadi sumber inefisiensi, jadi sarana transaksi yang tidak transparan. Kedua, dengan dibentuknya unit ISC (Integrated Supply Chain), maka tidak diperlukan lagi fungsi perantara dalam pembelian minyak mentah dan produk BBM.
Melihat konstruksi yang dipaparkan KPK, apa mungkin praktik itu dilakukan Bambang seorang diri? Atau ada kemungkinan pihak lain?
Tidak ada kasus korupsi yang dikerjakan seorang diri. Saya yakin KPK sudah menelaah dengan seksama bagaimana praktik penyimpangan dan korupsi itu berlangsung. Kita beri kepercayaan kepada KPK untuk menuntaskan kasus ini.
Apakah menurut anda, Bambang aktor utama atau hanya operator?
ADVERTISEMENT
Saya tidak tahu, tapi sejarah memberi pelajaran pada kita kasus korupsi skala besar selalu melibatkan banyak pihak. Makin besar dan makin canggih modusnya, makin banyak pihak yang terlibat.
Siapa yang sebenarnya mengendalikan Petral?
Secara formal, Petral atau PES adalah anak perusahaan Pertamina. Tapi justru karena dalam pengelolaan itu ada pihak pihak di luar struktur yang tampak lebih dominan, maka sebaiknya dibubarkan saja. Kita tunggu saja proses pengadilannya biar semua terungkap.
Menurut anda, berapa kira-kira uang mafia migas yang berputar di Petral setiap tahunnya?
Proses pengadilan atas kasus ini akan mengungkap berapa kerugian negara
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan