Pencarian populer

Teka-Teki Kematian Deasy Tuwo di Kandang Buaya

Deasy Tuwo wanita yang diterkam buaya di Minahasa, Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Keluarga)

"Kalau itu kecelakaan murni kita pasrahkan, tapi kalau ada tindak kekerasan kami serahkan ke pihak berwajib agar ditelusuri dan ditindak."

Kalimat tersebut meluncur dari mulut Dengker Tuwo. Perkataan bernada pasrah itu disampaikan Dengker kepada kumparan perihal kematian adiknya, Deasy Tuwo di kandang buaya yang terletak di sebuah lab pengembangan kerang mutiara di Tanawangko, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Bagi Dengker kematian adiknya masih meninggalkan misteri. Baginya ada beberapa kejanggalan terkait peristiwa nahas yang menimpa Deasy pada Kamis (10/1) lalu.

Jenazah Deasy Tuwo saat dievakuasi (Foto: Kenly/Facebook)

Dengker mengatakan, bukan hanya dirinya yang merasakan kejanggalan. Keluarga dekat dan kerabat Deasy Tuwo yang lain pun merasakan perasaan serupa.

"Orang-orang yang lihat nyatakan banyak kejanggalan, mungkin mati di situ (kandang Buaya) dia dirobek pasti darahnya muncrat kemana-mana salah satu itu, satu titik pun enggak ada bercak darah di dinding," sebut Dengker kepada kumparan.

Tak hanya itu, Dengker juga yakin tak mungkin buaya Meri yang sudah puluhan tahun bersama Deasy memangsa perempuan 44 tahun itu.

"Itu salah satu kejanggalan keakraban buaya dengan dia seolah-olah enggak masuk diakal kalau sampai buaya mau terkam. Akrab sekali dia sampai masuk bersihin bak, dia sikat itu buaya," terang Dengker.

Meri, buaya yang menerkam Deasy Tuwo di Tanawangko, Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Istimewa)

Menambahkan Dengker, Frans Tuwo yang merupakan paman dari Deasy juga menyebut mustahil buaya Meri mau menerkam kemenakannya itu. Sebab, ia pernah melihat dengan mata kepala sendiri Deasy begitu akrab dengan buaya Meri.

"Kalau Deasy lewat buaya itu ikut mata (melihat Deasy) dan langsung seperti goyang ekor," kata Frans.

Kendati curiga Deasy tidak tewas karena diterkam Meri dan menduga ada tindak kekerasan, sepengetahuan Dengker, Deasy tidak punya masalah dengan keluarga atau lingkungan sekitar adiknya yang tinggal di Kecamatan Suluun, Sulawesi Utara itu.

Deasy Tuwo wanita yang diterkam buaya di Minahasa, Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Keluarga)

"Enggak ada (masalah dengan keluarga dan lingkungan sekitar). Dia jarang pulang, dia lebih banyak tinggal di mess. Kalau hari tertentu baru pulang, pulang dan nginep dua hari di rumah juga sudah kehitung lama," kata dia.

Saat disinggung apakah Deasy punya masalah di tempat kerja, Dengker tak tahu jawaban. Pasalnya, sang adik sangat tertutup soal pekerjaan.

Rumah duka Deasy Tuwo. (Foto: Andreas Gerry Tuwo/kumparan)

"Dia itu tertutup masalah kerjaan dan teman pribadi. Tapi orangnya ceriwis, tukang ngomong, senyum terus, masalah kerja tertutup sama keluarga enggak mau dia," paparnya.

Terkait kasus kematian Deasy, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, autopsi jenazah telah dilaksanakan. Namun, mereka belum bisa merilis hasilnya.

Deasy Tuwo wanita yang diterkam buaya di Minahasa, Sulawesi Utara. (Foto: Dok. Keluarga)

Selain autopsi, pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk rekan kerja Deasy Tuwo juga sudah dilakukan.

Di tempat Deasy bekerja diketahui terdapat seseorang pekerja lainnya. Namun, dari keterangan keluarga, rekan kerja Deasy tersebut sedang bertugas di luar kota saat kejadian Deasy tewas di kandang buaya terjadi.

Keluarga Deasy Tuwo di Tanawangko, Sulawesi Utara. (Foto: Andreas Gerry Tuwo/kumparan)

Ibrahim pun mengakui saksi rekan kerja Deasy yang identitasnya masih dirahasiakan itu telah diperiksa. Saat ini, usai pemeriksaan rekan kerja, mereka fokus untuk mendatangkan pemilik perusahaan tempat Deasy bekerja yang diduga berasal dari Jepang.

"Perkembangan terakhir, pemeriksaan saksi dan upaya untuk menghadirkan pemilik perusahaan karena kita ingin klarifikasi dan perjelas siapa pemilik buaya, pemilik perusahaan baru indikasi awal tapi belum tahu," pungkas Ibrahim.

Infografik, Kronologis Kematian Deasy Tuwo. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: