kumparan
2 Jun 2018 8:54 WIB

Temui Tangan Kanan Kim Jong-un, Trump Bahas Pertemuan di Singapura

Donald Trump dan Kim Yong-chol (Foto: Saul Loeb/AFP)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima kedatangan tangan kanan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yong-chol, di Gedung Putih pada Jumat (1/6) waktu setempat. Mereka membahas soal pertemuan Trump-Kim di Singapura pada 12 Juni mendatang.
ADVERTISEMENT
Setelah berdialog selama lebih dari satu jam, Trump mengatakan bahwa denuklirisasi akan menjadi pokok bahasan dalam pertemuannya dengan Kim. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa keduanya belum tentu akan menandatangani persetujuan untuk menyudahi program nuklir Korut.
"Saya tidak pernah mengatakan itu akan terjadi dalam satu kali pertemuan. Saya pikir itu akan menjadi sebuah proses. Tapi hubungannya terbentuk dan ini sangat positif," kata Trump, dikutip dari AFP, Sabtu (2/6).
Sebelumnya Kim pernah mengatakan bahwa ia berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi. Namun, anak dari Kim Jong-il itu menginginkan kepastian keamanan internasional, salah satunya terbebas dari ancaman serangan AS dan Korea Selatan.
Di sisi lain, pihak AS bersikukuh agar Korut setuju untuk melakukan denuklirisasi dan menegaskan bahwa "tidak dapat diubah lagi". Namun setelah pertemuan itu, Trump menyampaikan agar Korut tidak perlu terburu-buru.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak akan menandatangani apapun 12 Juni besok. Saya bilang ke dia (Kim Yong-chol) 'santai saja'. Saya sangat mengharapkan hasil yang baik," jelas Trump.
Selain soal nuklir, Trump juga membahas soal penyelesaian perang dingin antara Korea Utara dan Korea Selatan.
"Melihat dari sejarahnya, kan, ini sangat penting. Tapi mari kita lihat nanti. Bisakah kamu bayangkan kami membahas penyelesaian perang Korea?" ujar dia.
Dalam pertemuan tersebut, Kim Yong-chol juga sempat memberikan surat dari Kim Jong-un untuk Trump. Tetapi, hingga kini Trump mengaku dirinya belum sempat membaca pesan dari Pyongyang itu.
Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang juga hadir dalam pertemuan dengan Kim Yong-chol, mengatakan bahwa rencana pertemuan kedua pemimpin di Negeri Singa berada dalam kondisi baik dan masih sesuai dengan rencana awal. Walau yakin, Pompeo menyebut pertemuan Kim dan Trump nanti di Singapura tidak serta merta akan memperbaiki seluruh persoalan yang ada.
ADVERTISEMENT
"Ini sulit, tantangan sulit yang tak boleh ada kesalahan, masih banyak kesepakatan yang harus kami kerjakan," ucap Pompeo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·