Pencarian populer

Tentara Gurkha dari Nepal Dikerahkan Jaga Trump dan Kim Jong-un

Gurkha pengaman Kim Jong-un dan Donald Trump. (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Pengamanan akan jadi faktor penting suksesnya pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura. Selain polisi dan militer, Singapura juga mengerahkan tentara bayaran dari Nepal, Gurkha, untuk memastikan pertemuan berjalan lancar.

Menurut diplomat yang mengetahui detail keamanan VIP di Singapura kepada Reuters, Selasa (5/6), Kontingen Gurkha akan dikerahkan untuk pengamanan lokasi pertemuan, jalanan, dan hotel di sekitarnya.

Gurkha sebelumnya jarang ditemui di jalanan kota Singapura, namun dalam sepekan terakhir mereka semakin sering terlihat, terutama di sekitar Hotel Shangri-La yang diduga akan menjadi lokasi pertemuan pada 12 Juni mendatang.

Pasukan Gurkha direkrut oleh kepolisian Singapura dari wilayah pegunungan di Nepal. Menjaga keamanan, mereka dilengkapi dengan pakaian tempur, senapan serbu FN SCAR buatan Belgia, dan pistol yang disandang di pinggang.

Gurkha pengaman Kim Jong-un dan Donald Trump. (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Kendati dilengkapi persenjataan canggih, namun Gurkha masih tetap membawa kukri, pisau lengkung tradisional yang menjadi senjata andalan mereka. Konon berdasarkan mitos Nepal, kukri harus merasakan darah ketika sudah dihunus.

"Mereka (Gurkha) masih menjadi pasukan garda depan yang penting, dan acara seperti ini adalah semacam operasi khusus yang telah menjadi latihan Gurkha," kata Tim Huxley, ahli angkatan bersenjata Singapura di lembaga think tank International Institute for Strategic Studies (IISS).

Juru bicara kepolisian Singapura menolak berkomentar soal pengerahan Gurkha dalam pertemuan Kim dan Trump. Menurut IISS, ada 1.800 Gurkha yang dipekerjakan oleh kepolisian Singapura.

Sejak 200 tahun lalu, Gurkha telah menjadi tentara bayaran langganan Kerajaan Inggris. Dikenal dengan ketangguhan dan kemampuan tempurnya yang luar biasa, tentara Gurkha kemudian juga disewa oleh berbagai negara, di antaranya Singapura dan Brunei di Asia.

Gurkha pengaman Kim Jong-un dan Donald Trump. (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Pasukan Gurkha terlibat dalam dua Perang Dunia, konflik Falkland, dan saat ini dalam perang di Afghanistan.

Menurut Huxley, Gurkha diperlukan Singapura karena bersifat netral di negara yang multietnis tersebut. Biasanya Gurkha dikerahkan untuk pengawalan tamu VIP hingga perlindungan anti-kerusuhan.

Gurkha juga pernah diturunkan untuk melindungi sekolah-sekolah internasional, dan kini juga terlihat di perbatasan antara Malaysia dan Singapura.

Mereka tinggal di Kamp Mount Vernon yang jauh dari kota. Tidak boleh ada warga Singapura yang memasukinya. Direkrut sejak usia 18 atau 19 tahun, Gurkha baru akan pensiun di Singapura jika sudah berumur 45 tahun.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.59