kumparan
24 Mar 2018 8:53 WIB

Tentara Penjual Durian Dikeroyok di Bekasi, TNI Jamin Tak Ada Sweeping

Kadispen TNI AU Jemi Tri Sonjaya (Foto: David Pratama/kumparan)
Kadispen TNI AU Marsekal Pertama, Jemi Trisonjaya, memastikan tidak akan ada aksi sweeping ataupun balasan yang dilakukan oleh anggota TNI AU setelah aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh 15 orang anggota ormas terhadap dua anggotanya.
ADVERTISEMENT
Kedua anggota TNI AU tersebut diserang belasan anggota ormas ketika sedang berjualan durian di Bekasi. Terkait hal tersebut, Jemi menginstrusikan jajarannya agar tidak terpancing dalam menyikapi aksi tersebut.
"Tidak ada aksi untuk itu (aksi sweeping ataupun balasan) saya pastikan itu," kata Jemi ketika dihubungi kumparan (kumparan.com), Sabtu (24/3).
Jemi mengatakan bahwa Praka Ade Septiyanto dan Praka Hendrik Kereh yang menjadi korban pengeroyokan pada Rabu (22/3) malam, memang sudah lama berjualan durian. Mereka jualan durian untuk menambah penghasilanya selain menjadi seorang prajurit.
"Itu mereka untuk cari penghasian tambahan, enggak masalah. Lagian mereka (berjualan) di luar jam dinas," ucap Jemi.
Usai dikeroyok oleh 15 orang anggota ormas, Jemi menungkapkan kondisi terkini dari dua anggota TNI AU tersebut. Menurutnya, luka yang mereka dapatkan tidak terlalu parah sehingga tak sampai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.
ADVERTISEMENT
"Mereka hanya pemeriksaan dokter setelah itu mereka sudah diperbolehkan kembali," ujar Jemi.
Dalam kasus ini, Jemi mengatakan pihak TNI AU menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian. Ia yakin, polisi dapat mengusut tuntas kasus ini.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menegaskan polisi akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut. Ia memastikan timnya akan menangkap para pelaku dan memproses secara hukum.
"Tentu (mengusut kasus ini). Siapapun dia, kalau terbukti melanggar hukum pasti kita tindak," ucap Idham.
Sejauh ini, polisi baru menangkap satu orang pelaku bernama Aldi Pratama (21). Ia ditangkap pada Kamis (23/3) di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Polisi masih mengejar 14 orang lainnya yang kabur seusai mengeroyok dua anggota TNI AU itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan