kumparan
24 Okt 2017 12:31 WIB

Terjawab, Alasan Jenderal Gatot Akhirnya Urung Berangkat ke AS

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: AP/Achmad Ibrahim)
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan dirinya tak jadi berangkat ke Amerika Serikat karena adanya perintah dari Presiden Joko Widodo. Padahal clearance dari AS akhirnya terbit 4 jam kemudian sejak informasi pertama bahwa dia tidak bisa masuk ke wilayah AS pada 21 Oktober sore.
ADVERTISEMENT
Gatot memang melapor ke Jokowi soal adanya sedikit masalah terkait rencana kunjungannya ke negara Paman Sam, begitu dia menerima informasi itu.
"Saya ini tugas ke Amerika perintah Presiden, jadi perwakilan pemerintah. Begitu saya tidak bisa berangkat saya lapor juga ke Presiden. Lapor ke Menkopolhukam (Wiranto) dan Menlu (Retno Marsudi). Maka saya tidak boleh berkomentar apa pun juga. Tanyalah ke Menlu," kat Gatot di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Setelah melapor, Gatot menambahkan, Presiden Jokowi pun langsung merespons.
"Ya kenapa terjadi seperti itu. Ya sudah tidak usah berangkat. Mau berangkat gimana. Sudah lapor ke Menkopolhukam ke Menlu, siap saya laporkan. Kan lapornya ke Presiden dulu baru ke Menkopolhukam dan Menlu. Dan sudah ditangani oleh Menlu," ungkap Gatot.
ADVERTISEMENT
Gatot menjelaskan, ia tak bisa memastikan kapan ia akan kembali mengunjungi AS. Semula, dia hendak ke ASA untuk memenuhi undangan konferensi terkait kejahatan ekstremisme 23-24 Oktober dengan Pangab AS Jenderal Joseph F Dunford sebagai pengundang.
"Kalau ditanya kapan saya berangkat lagi, karena saya sudah melapor, saya berangkat hanya atas perintah Presiden. Tanpa itu saya tidak punya inisiatif apa pun juga sekarang. Jadi saya tidak boleh memberikan keterangan," ujar Gatot.
Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah membeberkan alasan mengapa Panglima TNI tidak bisa pergi ke AS. Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Dave Lapan menyebut, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta telah memberi tahu Gatot bahwa penerbangannya ke Negeri Paman Sam mengalami penundaan.
ADVERTISEMENT
Penundaan ini karena protokol keamanan untuk Gatot belum selesai diterbitkan.
"Bea Cukai dan Badan Perlindungan Perbatasan, serta Departemen Luar Negeri belum bisa menyelesaikan persoalan (penerbitan protokol keamanan) sebelum pesawat (yang rencananya membawa Gatot ke AS) lepas landas," sebut Lapan seperti dikutip dari CNN, Selasa (24/10).
"Persoalaan keberangkatan sudah langsung diselesaikan dengan cepat melalui koordinasi antara kantor yang bersangkutan, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (US Customs and Border Protection), Kedutaan AS di Jakarta, dan beberapa mitra di Pemerintahan AS, penumpang sudah dipesankan penerbangan lain dan telah diizinkan untuk bepergian. Tetapi, beliau memilih untuk tidak pergi," sambung dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan