Pencarian populer

Terpisah Sejak Perang, Keluarga Dua Korea Melepas Rindu pada Reuni

Reuni keluarga Korea Utara-Korea Selatan (Foto: REUTERS/Kim Hong Ji)

Puluhan warga lansia dari Korea Utara dan Korea Selatan akan bertemu dengan karib kerabat mereka yang terpisah pada Perang Korea. Bisa jadi, ini adalah pertemuan pertama dan terakhir mereka dalam 65 tahun terakhir.

Diberitakan AFP, reuni yang pertama dalam tiga tahun terakhir ini digelar pada Minggu (19/8) di penginapan Gunung Kumgang, Korut. Reuni ini jadi babak baru dalam membaiknya hubungan kedua negara.

Puluhan orang yang ikut dalam reuni ini adalah bagian dari jutaan warga yang terpisahkan pada Perang Korea yang berakhir dengan gencatan senjata pada 1953. Saudara kandung, orang tua, anak, suami, atau istri tidak bisa bertemu lagi ketika dua Korea membentuk negara sendiri.

Di antara peserta reuni adalah Lee Keum-seom yang kini berusia 92 tahun. Dia tidak sabar menantikan bertemu putranya untuk pertama kalinya sejak ditinggalkan di Korut pada perang.

Reuni keluarga Korea Utara-Korea Selatan (Foto: AFP/Yung Jeon-Ye)

Ketika itu Lee mengungsi ke Korsel dengan bayi perempuannya, sementara suami dan putranya yang berusia 4 tahun masih di Korut. Saat ini, putri Lee menemani ibunya yang telah renta itu.

Putranya kini berusia 71 tahun. Kata Lee, putranya itu akan membawa istrinya ke pertemuan tersebut. "Saya tidak tahu apakah ini nyata atau mimpi," kata dia.

Lee tidak pernah melupakan putranya itu kendati telah menikah lagi dan memiliki tujuh anak di Korsel. Banyak pertanyaan yang menghantuinya saat itu.

"Di mana dia tinggal, tinggal dengan siapa dan siapa yang membesarkannya, karena dia baru berusia empat tahun ketika itu," kata Lee.

Sejak tahun 2000 dua Korea telah menggelar 20 kali reuni yang pesertanya dipilih secara lotere. Para keluarga yang terpisah semakin diburu waktu, karena usia mereka kian tua.

Reuni keluarga Korea Utara-Korea Selatan (Foto: REUTERS/Kim Hong Ji)

Lebih dari 130 ribu warga Korsel telah mendaftarkan diri untuk reuni sejak awal dimulai, tapi kebanyakan mereka saat ini telah meninggal. Kebanyakan yang antre untuk reuni berusia 80 tahun ke atas, peserta reuni tertua saat ini berusia 101 tahun.

Reuni kali ini diikuti oleh 89 peserta dari Korsel, yang ditemani keluarga mereka. Seorang peserta Lee Kwan-joo, 93, mengaku akan bertemu keponakan-keponakannya. Lee sedang sekolah di Seoul ketika perang membuatnya terpisah dari keluarga di Pyongyang.

"Saya senang akan bertemu keponakan saya, walau tidak pernah melihat wajah mereka. Saya hanya ingin bertanya bagaimana saudara-saudara dan orang tua saya meninggal dunia," kata dia.

Seumur hidup penantian, para peserta reuni hanya bisa bertemu keluarga mereka selama 11 jam.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: