kumparan
16 Mar 2019 1:51 WIB

TGB: Rekam Jejak Jokowi Bukan yang Sulitkan Umat Islam

TGB (kiri) saat mendampingi Jokowi di acara tablig akbar Jokowi di Medan Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Massa relawan dan pendukung pasangan calon nomor 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, memadati Gedung Serba Guna Jalan Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/3) sore. Mereka mengikuti tabligh akbar bersama Jokowi, yang turut dihadiri mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang ( TGB) Muhammad Zainul Majdi.
ADVERTISEMENT
TGB mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan ke seluruh peserta. TGB lalu menyinggung hoaks yang kerap beredar untuk menjatuhkan Jokowi menjelang perhelatan Pilpres 2019.
"Mari kita lawan hoaks dan fitnah yang ada, pernah kita dengar kalau Pak Jokowi jadi presiden, akan dipersulit azan ?" ujar TGB.
"(Selama memimpin), ada enggak, kebijakan beliau yang meminggirkan umat Islam? Ternyata tidak ada. Apakah azan di masjid Solo menjadi sulit ketika beliau menjadi wali kota? Ternyata tidak. Rekam jejak beliau, alhamdulillah, bukan rekam jejak yang menyulitkan umat," ungkap TGB.
TGB (kanan) saat mengikuti di acara tabligh akbar yang dihadiri Jokowi di Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
TGB menilai, selama memimpin Solo, Jakarta, hingga Indonesia, Jokowi memiliki rekam jejak kerja yang baik. Sebab itu, TGB meminta massa Jokowi di Sumatera Utara berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.
ADVERTISEMENT
"Mudah-mudahan kalau diberikan izin Allah SWT, akan terus dilanjutkan 5 tahun ke depan, agar membawa kemaslahatan dan kebaikan untuk umat Islam," tutur TGB.
Dalam dialognya, TGB juga menegaskan, jika masyarakat Indonesia mencintai ulama, mereka harus berkomitmen memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Sebab, Jokowi saat ini lebih memilih Ma'ruf, sosok ulama yang mendampinginya di Pilpres 2019.
"Kalau bapak, ibu, cinta ulama, mari kita berikhtiar mengantarkan ulama kita mendampingi Bapak Joko Widodo untuk memimpin republik yang kita cintai ini, semoga Allah memudahkan ikhtiar kita," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan