Pencarian populer

Tifatul Sembiring Terus Mempersoalkan Kunjungan Gus Yahya ke Israel

Tifatul Sembiring (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Serangan bertubi-tubi dari elite PKS kepada KH Yahya Staquf atau Gus Yahya tak kunjung berhenti. Baik melalui pernyataan di media massa dan media sosial, petinggi PKS bergantian mengkritik kunjungan Gus Yahya ke Israel.

Yang terbaru, anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mempertanyakan pertemuan Gus Yahya dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu. Tak hanya itu, Tifatul heran mengapa Gus Yahya masih bersikukuh padahal Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Waktu ketemu Netanyahu sempet tanya enggak, mengapa Israel membantai 60 penduduk Gaza pas 2 hari sebelum puasa," tulis Tifatul di akun Twitternya, Minggu (17/6).

Menurut Tifatul sebagai bangsa penjajah, tindakan Israel yang mengoyak-ngoyak Palestina tidak bisa dibenarkan. Karena itu, Indonesia harus bisa memberikan empati dan dukungan kepada Palestina bukan sebaliknya malah bermesraan dengan pemimpin Israel.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PKS DPR RI, Nasir Djamil menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menonaktifkan KH Yahya Staquf atau Gus Yahya dari jabatannya sebagai anggota Wantimpres.

Dengan penonaktifan tersebut, diharapkan bisa meredakan publik yang terlanjur marah atas sikap Gus Yahya memenuhi undangan American Jewish Commite (AJC) ke Israel. Penonaktifan itu juga bisa menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, terlebih lagi menyangkut kebijakan politik luar negeri.

Sementara itu, Gus Yahya menjelaskan kedatangannya itu adalah sebuah upaya untuk menciptakan perdamaian di bumi Palestina dan Israel. Oleh karena itu, dia tak menyia-nyiakan kesempatan langka saat ada orang Yahudi yang mengundangnya untuk berbicara.

"Saya datang ke Yerusalem dengan perhatian yang sangat dalam. Karena saya takut dan khawatir nanti ke depan, semua usaha untuk perdamaian terhenti, bahkan harapan untuk perdamaian telah sirna," kata Gus Yahya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: