Pencarian populer

Tiga Orang Dirawat di RSUP Dr Sardjito Pascaricuh di Yogyakarta

Suasana ruang Highcare Unit RSUP Dr Sardjito. (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sardjito menerima tiga pasien korban kericuhan pascadeklarasi Jokowi di sejumlah titik di Yogyakarta. Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dokter Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan, ketiganya mengalami luka robek.

“Jadi kami memang tanggal 27 (Januari) jam 16.30 WIB menerima tiga orang pasien. Kami tidak tahu itu bentrokan (di mana) apa gimana tapi memang dalam kapasitasnya mengalami luka-luka robek,” kata Banu saat ditemui di kantornya, Selasa (29/1).

Banu tidak menjelaskan pasien tersebut berasal dari kelompok mana. Ketiga pasien diketahui berinisial RC (28), DK (26), dan EH (38). Mereka diantar ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.

RC mengalami luka robek cukup parah hingga harus dirawat di ruang highcare unit. Sementara dua pasien lainnya dirawat di bangsal biasa. “Dua orang masih dirawat di Sardjito. Yang satu orang EH itu tanggal 28 (Januari) jam 10 malam dia pulang, karena memang meminta untuk pulang,” kata Banu.

Sementara DK, sejak pertama kali masuk rumah sakit kondisinya tidak terlalu parah. Namun keduanya menurut Banu kini dalam kondisi trauma atas peristiwa yang terjadi pada Minggu (27/1).

“Pasien tersebut memang masih merasa takut. Ya satu sisi satpam proteksinya agak ditingkatkan untuk perlindungan saja,” ujar dia.

Banu juga meluruskan kabar yang menyebut ada satu korban kericuhan di Yogyakarta dan simpatisan PDI Perjuangan meninggal. “Kami tidak menerima pasien simpatisan PDIP meninggal itu belum ada konfirmasi,” ujar Banu.

Suasana ruang Highcare Unit RSUP Dr Sardjito. (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto membenarkan bahwa ada satu simpatisan PDI Perjuangan yang dirawat intensif setelah ricuh hari Minggu lalu. Satu di antaranya mengalami luka bacok di punggung. “Kalau ditotal minimal 5 orang yang luka. Satu di RSUP Sardjito yang parah,” katanya.

Bambang juga meluruskan bahwa tidak ada simpatisan PDI Perjuangan yang tewas akibat ricuh setelah deklarasi dukung Jokowi. “Nggak ada. Memang ada kader yang meninggal tapi bukan karena ricuh tapi karena kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Sebelumnya, massa pendukung Jokowi terlibat bentrokan dengan warga di lima titik yang ada di Yogyakarta. Salah duanya adalah di Jogokariyan dan di Ngampilan. Kericuhan itu terjadi setelah simpatisan PDIP mendeklarasikan dukungan untuk capres nomor urut 01.

Salah satu kericuhan yang paling disorot terjadi di Masjid Jogokariyan. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Bimo Anggrono Seno mengatakan sebelumnya mengatakan kericuhan itu sudah berhasil diatasi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.34