kumparan
13 Feb 2019 13:36 WIB

Tim Jokowi Pastikan Ahok Tak Jadi Timses: Struktur TKN Tak Bisa Diubah

Arsul Sani, PPP. Foto: Twitter @DPP_PPP
Bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menimbulkan spekulasi apakah ia akan bergabung di timses Jokowi atau tidak. Menanggapi wacana yang berkembang luas di publik tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, menyebut tidak mungkin ada perubahan dalam struktur timses.
ADVERTISEMENT
Selain itu, politikus PPP ini menyebut, sejauh ini tidak ada pembahasan soal Ahok masuk timses. "Karena yang namanya struktur TKN itu sudah fix," kata Arsul Sani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2)
Ia memastikan tidak mungkin pengurus TKN yang didaftarkan ke KPU bertambah. Malahan, jumlah pengurus TKN bisa berkurang karena anggota tim yang sakit atau meninggal tidak bisa diganti.
"Jadi tidak bisa diganti-ganti," jelas Sekjen PPP itu.
Arsul lalu mencontohkan, status Abdul Kadir Karding yang dulu jabatannya sebagai Sekjen PKB namun akhirnya dicopot, namun Hanif Dhakiri Sekjen PKB yang baru tak bisa masuk ke struktur TKN.
"Maka kan Pak Hanif enggak terdaftar sebagai TKN. Itu contohnya," tegas Arsul.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Wakil Presiden, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla, menyarankan agar Ahok tidak masuk jadi timses Jokowi-Ma'ruf. Sebab, dikhawatirkan Ahok justru berdampak buruk bagi suara Jokowi.
"Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, jangan. Alasannya seperti tadi bahwa bisa berakibat lagi orang mengingat ini Pak Jokowi didukung orang yang penista agama, kan bahaya itu, bisa mengurangi suara lagi," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan