kumparan
19 Feb 2019 7:04 WIB

Tim Jokowi soal KPU Ingin Kurangi Penonton saat Debat: Kami Taat

Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf siap siap mengikuti peraturan dan kebijakan yang dibuat KPU terkait penyelenggaraan Pilpres 2019. Termasuk gagasan KPU mengurangi jumlah penonton atau pendukung yang hadir di arena debat.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, mengatakan pihaknya selalu mentaati segala aturan yang ditetapkan KPU sebagai penyelenggara pemilu.
"Menyerahkan sepenuh ke KPU, karena mereka sebagai penyelenggara pemilu. Kalau mau dikurangi (jumlah penonton), kami taat," kata Arsul saat dihubungi kumparan, Selasa (19/2).
Bahkan, ia mengaku akan mentaati jika aturan melarang ada penonton atau pendukung di arena debat.
"Mau bilang, enggak usah ada penonton sama sekali, enggak ada penonton biarkan para capres-cawapres berdebat, silakan," jelasnya.
KPU mewacanakan pengurangan penonton di arena debat karena menilai mengganggu konsentrasi paslon. Namun, Arsul menilai, suasana penonton di debat kedua Pilpres 2019 pada Minggu (18/2) malam sikap penonton wajar dan terkendali.
ADVERTISEMENT
"Saya pada waktu debat ada di ruangan. Penonton pada saat itu saya kira wajar-wajar saja, ada yang tepuk tangan dan sorak-sorak, tapi masih terkontrol," kata Arsul.
Arsul mengatakan, pihak TKN tidak pernah meributkan apa pun yang menjadi keputusan dan kebijakan KPU selaku penyelenggara pemilu. Arsul menuding, pihak dari capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang selalu mempermasalahkan terkait mekanisme debat.
"Yang selalu ribut-ribut selama ini kan nomor 02, masalah debat ingin ada debat bebas, biar enggak ada contekan diikuti. Tapi tetap saja Jokowi unggul. Kini, soal Jokowi dituduh pakai earphone, diributkan," ungkap Arsul.
Komisioner KPU, Viryan, di Gedung KPU, Jakarta Pusat Foto: Rizki Baiquni/kumparan
Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan mengatakan di antara catatan debat kedua Pilpres 2019 yakni soal jumlah pendukung di dalam arena debat yang dirasa terlalu banyak dan mengganggu konsentrasi. Meski, para pendukung sudah dipindahkan dari belakang paslon di debat pertama, ke depan paslon.
ADVERTISEMENT
"Jumlah pendukung yang hadir terlalu banyak sehingga menunggu kosentrasi paslon dalam berdebat dan itu kami melihat sendiri," kata Viryan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2).
"Kemudian hal lain adalah terkait sesi yang pengaturan waktu, durasi waktu sesi berdebat antarpaslon, dalam hal ini capres. Para fans euforia, mestinya tidak karena mestinya sadar itu mengganggu calon mereka," ucapnya.
Viryan mengatakan saat ini KPU sedang melakukan evaluasi internal mengenai debat kedua Pilpres 2019. Salah satu yang dibahas, adalah kemungkinan dikuranginya jumlah penonton debat.
"Yang jelas (penonton) akan dikurangi, pilihannya dikurangi berapa, ada yang sebut 50, 30, 20, bahkan ada masukan enggak ada fans. Kan mereka bisa nobar, supaya suasana saat debat bisa fokus, tidak terganggu hal itu (sorakan penonton)," ujar Viryan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan