kumparan
11 Mar 2019 13:50 WIB

Timses Akui Suara Jokowi Turun karena Hoaks: Pengaruhnya Kuat Sekali

Presiden Jokowi menyapa warga saat blusukan ke pasar Ngemplak, Tulungagung, Jawa Timur. Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Capres nomor urut 01 Joko Widodo sempat mengungkapkan elektabilitasnya turun di sejumlah daerah karena isu hoaks yang terus muncul. Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menyadari isu hokas yang beredar di masyarakat memiliki pengaruh yang kuat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
Ia mencontohkan, ketika dirinya turun ke sejumlah daerah di dapilnya, sejumlah ibu-ibu bertanya secara langsung terkait sejumlah isu hoaks, seperti apakah Jokowi akan menghilangkan pendidikan agama hingga melarang perempuan menggunakan hijab.
"Ya itu yang kita rasakan juga. Saya sebagai orang di dapil Jawa Barat dua, juga merasakan bagaimana fitnah dan kampanye hitam begitu sangat kuat mempengaruhi masyarakat setiap kali saya turun terutama ke ibu-ibu itu selalu dimintai klarifikasi," kata Ace di Gedung DPR, Senayan, Senin (11/3).
Wasekjen Golkar, Ace Hasan Syadzily Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Karena itu, Ace berharap seluruh relawan hingga kader partai turun langsung ke masyarakat untuk meluruskan isu hoaks yang menimpa Jokowi.
"Kita minta kepada seluruh relawan dan kader partai untuk melakukan klarifikasi bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar," kata dia.
ADVERTISEMENT
Saat ini, kata Ace, pengaruh isu hoaks tanpa disadari menjadi penilaian tersendiri para pemilih. Ia meyakini terdapat pihak tertentu yang dengan sengaja menyebarkan isu hoaks yang menyesatkan.
"Jadi pertanyaan-pertanyaan seperti itu tanpa saya jelaskan itu juga masuk ke dalam apa, pandangan dari penilaian para pemilih. Memang kita melihat bahwa ada upaya yang dilakukan sekali lagi secara diam-diam, orang-orang yang melakukan kampanye hitam dengan cara menghembuskan isu-isu seperti itu," tutur Ace.
Jokowi di Pasar Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur Foto: Dok. Biro Pers Setpers
Ace menyadari isu sentimen agama selalu menjadi senjata yang digunakan demi kepentingan politik. Hal itu, kata dia, digunakan untuk menjatuhkan lawan.
"Kalau sudah sentimen agama yang dipakai untuk menjustifikasi kepentingan politik nyatanya memang di lapangan seperti begitu kan sekarang ini. Jadi masih sangat kuat sebagai wadah untuk kepentingan politik dan itu saya rasa nyata demikian adanya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Jokowi mengungkap elektabilitasnya turun di banyak daerah, padahal pemilu tinggal sebulan lagi. Hal ini tak lain karena isu hoaks yang terus berkembang.
"Saya titip, kita ini sudah tinggal 36 hari, di banyak daerah kita turun elektabilitas karena kabar fitnah, kabar bohong," ucap Jokowi di hadapan para pendukung yang mayoritas milenial itu, Minggu (10/3).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·