Pencarian populer
29 Oktober 2018 9:00 WIB
0
0
Timses Jokowi soal Usulan Tol Gratis: Sandi Juga Harus Komit
Sekjen PPP Arsul Sani. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Keputusan Presiden Joko Widodo menggratiskan tarif Jembatan Suramadu mendapat apresiasi dari cawapres nomor urut dua, Sandiaga Uno. Sandi mengatakan, bahwa keputusan tersebut dapat membantu warga di Pulau Madura.
Tetapi, Sandi menilai seharusnya jalur tol lain juga dapat digratiskan, terutama jalan tol yang sudah ada selama 30 tahun lebih.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, meminta Sandi untuk berkomitmen membantu dengan menyerahkan ruas tol Cikampek-Palimanan ke pemerintah ketika masa konsensinya habis.
"Sandi juga harus mengkomitkan diri bahwa jalan tol Cikampek-Palimanan di mana group usahanya memiliki saham akan diusulkan untuk diserahkan kepada pemerintah agar digratiskan setelah masa konsesinya habis," ujar Arsul kepada kumparan, Senin (29/10).
Sebagai catatan, Sandi memiliki 24,7 persen saham kepemilikan di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). SRTG memiliki aset kepemilikan PT Baskhara Utama Sedaya (PT BUS) melalui anak usahanya PT Interra Indo Resources. PT BUS juga memegang 45 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang tidak lain merupakan perusahaan yang memegang konsesi pembangunan dan pengelolaan Tol Cikopo-Palimanan.
Jembatan Suramadu, Surabaya (Foto: Flickr / Ginanjar Munggaran)
Tak hanya itu, usul Sandi nantinya juga akan dikaji lagi keperluannya, paling tidak sebagai opsi tidak menaikkan tarif tol pada ruas-ruas yang sudah ada selama 30 tahun lebih. Arsul membeberkan, salah satu motif digratiskannya tarif tol Suramadu adalah demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura.
"Soal usul Sandi tentu perlu dikaji keperluannya)," ucap dia.
Ia menyebut, di awal pembangunan Jembatan Suramadu diprediksi bisa mengembangkan ekonomi Madura. Namun karena masih berbayar target pertumbuhan yang tinggi itu rupanya tidak tercapai.
"Digratiskannya Tol Suramadu terkait dengan ikhtiar mendorong perekonomian Madura ke arah pertumbuhan yang lebih cepat," tutur politikus PPP ini.
Jalur Tol Jagorawi arah Bogor. (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
Sementara itu, Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menyampaikan kebijakan pemerintah menggratiskan Tol Suramadu sudah tepat karena selama ini tarif tol dianggap memberatkan masyarakat Madura. Berbeda dengan tol Jagorawi yang lebih banyak digunakan kalangan menengah ke atas khususnya masyarakat yang bekerja di Jakarta.
"Selama ini tarif Tol Suramadu dianggap memberatkan dan menghambat arus transportasi sehingga menyebabkan investasi melambat serta harga kebutuhan tinggi akibat masih menanggung beban biaya tranportasi. Kami yang tinggal di Madura merasakan itu," pungkas anggota DPR asal Madura.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: