Pencarian populer

Timses Sanggah Era Jokowi Seperti Orba: Mana Mungkin Ada Demo Berjilid

Jubir TKN Irma Chaniago di Rumah Cemara, Jakarta Pusat. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Irma Suryani Chaniago angkat bicara terkait pernyataan Waketum Gerindra FerryJuliantono yang menyebut era Presiden Joko Widodo melebihi orde baru.

Menurutnya, jika era Jokowi melebihi orde baru, demonstrasi besar-besaran terkait kasus penistaan oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tak mungkin terjadi.

"Kalau Jokowi seperti orde baru, mana mungkin demo berjilid-jilid, dan caci maki serta fitnah bisa seenaknya bertebaran di medsos," kata Irma saat dihubungi, Sabtu (20/10).

Irma menegaskan, saat ini masyarakat Indonesia telah cerdas dan tahu, siapa pihak yang seperti orde baru serta pihak yang bukan. Terlebih, kata Irma, saat ini jejak digital tidak bisa dihapus.

"Penghilangan aktivis, kasus Marsinah, kasus Munir, kasus Tanjung Priok, kasus Sengkon dan Karta. Sangat banyak sekali kalau mau di sebut satu per satu," jelasnya.

Irma juga mengomentari pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono yang menyebut walaupun Jokowi blusukan namun kepemimpinan Jokowi masih di bawah standar, sebab rupiah di era Jokowi anjlok.

Irma menyebut kubu Prabowo-Sandi menganggap paling memahami persoalan bangsa. Padahal, lanjut Irma, kalau kubu Prabowo-Sandi pintar, tak akan dibohongi oleh Ratna Sarumpaet.

"Cuma orang yang tidak cerdas saja yang bisa dibohongi mentah-mentah," ungkap Irma.

Presiden Jokowi membuka acara Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 di Bali. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Waketum Gerindra Ferry Juliantono sebelumnya menilai saat ini cara Jokowi memerintah malah lebih dari sikap tentara ketika memimpin. Ferry menilai era Jokowi melebihi era orde baru.

Pernyataan Fery itu muncul menanggapi ucapan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding yang menuturkan Indonesia saat ini butuh pemimpin sipil. Karding menilai bahwa kini sudah bukan zamannya pemimpin dengan nilai-nilai ketentaraan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38