kumparan
22 Mar 2019 17:33 WIB

Timses Telusuri Kebenaran Pajero Berpelat TNI di Acara Prabowo

Jubir BPN Andre Rosiade. Foto: Rafyq Alkandy/kumparan
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan menelusuri kebenaran adanya mobil Mitsubishi Pajero berpelat militer di acara mereka. Sebab jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengaku pihaknya baru mengetahui dari video yang viral.
ADVERTISEMENT
"Kami belum tahu. Kami sudah nonton videonya, tapi informasinya kepastiannya, kami belum tahu. Apakah ini relawan pakai mobil TNI atau memang mobil pribadi yang berpelat TNI," ujar Andre, Jumat (22/3).
"Yang pasti kita lagi ngecek nih cerita sebenarnya seperti apa. Pihak kami pun ingin tahu ini sebenarnya mobil siapa," imbuhnya.
Meski begitu, ia menduga mobil itu merupakan milik pribadi yang dipasang pelat militer. "Kemungkinan ada orang relawannya yang bukan mobil TNI itu, tapi mobil pribadi yang punya pelat TNI, kan banyak," ujar Andre.
Senada dengan Andre, Juru Debat Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, juga tak mengetahui bentuk kegiatan dan lokasi penggunaan mobil berpelat TNI tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu ataupun aparat penegak hukum jika terindikasi ada dugaan pelanggaran.
ADVERTISEMENT
"Jika diindikasikan ada pelanggan, silakan pihak-pihak terkait mengambil tindakan. Kami serahkan sepenuhnya pada mekanisme dan peraturan yang berlaku," ucapnya.
Suhud berharap agar seluruh pihak dapat menjaga suasana kampanye dengan baik. Apalagi, sisa masa kampanye kini kurang dari sebulan menuju hari pencoblosan pada 17 April mendatang.
Video
Sebelumnya, video berisi mobil Mitsubishi Pajero sedang menurunkan logistik di sebuah acara. Mobil rupanya berpelat nomor TNI. Yang menjadi perhatian adalah, mobil itu berada di sebuah gedung pertemuan yang membentangkan spanduk “Dialog Kebangsaan - Selamat Datang Relawan Bogor Raya”.
Tak lupa, logo garuda merah dan wajah Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi terbentang di spanduk tersebut.
Menanggapi hal itu, Danpuspom TNI Mayjen Dedi Iswanto mengatakan sudah mengetahui beredarnya video itu. Pihaknya langsung melakukan penelusuran terkait kebenaran video dan keaslian pelat nomor TNI yang digunakan mobil itu.
ADVERTISEMENT
“Bahwa nomor tersebut betul nomor TNI yang ada di Mabes TNI, yang mana nomor tersebut 3005-00. Namun jenis kendaraannya tidak sesuai dengan registrasi di Mabes TNI,” ucap Dedi, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3).
Dedi mengatakan, nomor registrasi tersebut memang terdaftar sebagai kendaraan dinas TNI. Namun, yang terdaftar dalam registrasi adalah mobil berjenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero Sport seperti yang ada dalam video itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan