kumparan
12 Agu 2019 14:09 WIB

Tjahjo soal Anies Setahun Tanpa Wagub: Saya Serahkan ke Lobi Partai

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Satu tahun 2 hari berlalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempimpin Jakarta seorang diri, nama wakil gubernur untuk Anies belum juga diputuskan. Merespons hal ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tak dapat berbuat banyak.
ADVERTISEMENT
Tjahjo menyebut, menyerahkan nama wagub untuk Anies kepada para pemegang wewenang, yakni partai pengusung dan DPRD.
"Sudah dijawab dengan baik oleh Pak Gubernur DKI. Saya kira kami serahkan saja itu, saya ikut saja apa yang sudah menjadi prinsip jawaban daripada gubernur DKI dan jawaban dari teman-teman anggota baik pimpinan maupun fraksi DPRD," ujar Tjahjo saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/8).
Menurutnya, saat ini Kemendagri tak memiliki wewenang untuk ikut campur dalam masalah posisi wagub untuk Anies. Sehingga dia menyerahkan sepenuhnya kepada lobi partai pengusung Anies dan wakil sebelumnya Sandiaga Uno, PKS dan Gerindra.
"Karena kewenangan Kemendagri sudah enggak ada. Itu adalah kami serahkan pada lobi-lobi antarpartai pengusung. Lobi gubernur itu saja," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Namun, Tjahjo tetap berharap agar posisi wagub untuk Anies dapat segera diisi. Hal ini juga beberapa kali disampaikan Anies soal keinginannya untuk memiliki wagub.
Sebelumnya, Anies berharap agar DPRD dapat memutuskan nama wagub untuk dirinya di masa jabatan terakhirnya. Dia menyebut, tugas yang kini diembannya dapat lebih ideal jika dijalankan bersama dengan wagub. Sebab, jika dikerjakan semuanya sendirian, sangat memakan waktu.
"Karena saya ingin sekali sebenarnya tugas-tugas yang sekarang ada bisa dibagi terutama pemerintah itu ada kegiatan pemerintahannya, dalam artian program. Ada juga kegiatan representasi dan ada juga kegiatan yang juga sifatnya seremonial. Itu menyita waktu. Kalau kita bisa bagi lebih ideal. Jadi mudah-mudahan secepatnya," ujar Anies di Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu (10/8).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan