kumparan
18 Feb 2019 1:13 WIB

TKN Bantah Tudingan Jokowi Serang Pribadi Prabowo: Hanya Ungkap Fakta

Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Aria Bima di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Djoko Santoso menuduh Jokowi telah bermain curang karena menyerang Prabowo secara personal saat debat berlangsung. Namun, pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin membantah hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Direktur Program TKN Aria Bima mengatakan bila yang dimaksud sebagai serangan pribadi adalah terkait kepemilikan tanah Prabowo di Kalimantan, hal tersebut masih terkait soal pembahasan debat tentang reformasi agraria dan sertifikasi tanah.
“Saya melihat bahwa ada kesan seolah-olah yang menyangkut reformasi agraria adalah hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana pembagian tanah BUMN dan bagaimana tanah-tanah rakyat itu yang awalnya tidak ada kejelasan secara legal standing ada sertifikasi,” ujar Aria di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2).
“Tapi karena kemudian Pak Prabowo juga menyampaikan bahwa penguasaan lahan itu lebih dikaitkan dengan reformasi agraria adalah bagaimana kepemilikan tanah lepasan rakyat dan juga pemberdayaan tanah rakyat bukan kepada industri besar apalagi asing,” tambahnya.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketika Jokowi menanyakan balik mengenai kepemilikan tanah di Kalimantan kepada Prabowo, Capres nomor urut 02 itu mengakui bahwa dirinya memang menguasai tanah di Aceh dan Kalimantan. Terkait itu, Aria menegaskan bahwa Jokowi tidak menyerang pribadi Prabowo, namun hanya mengungkapkan fakta.
ADVERTISEMENT
"Prabowo juga mengakui akhirnya bahwa kepemilikan lahan yang cukup luas itu merupakan sesuatu yang nyata dan itu suatu fakta yang bukan suatu fitnah atau ungkapan yang tidak punya dasar," ujarnya.
“Saya kira itu bukan hoaks dan juga bukan suatu serangan pribadi karena pak Prabowo juga mengakui akhirnya bahwa kepemilikan lahan yang cukup luas itu merupakan sesuatu yang nyata,” jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyinggung Prabowo Subianto yang memiliki lahan luas di Aceh dan Kalimantan Timur. Prabowo mengakui tanah yang dikelolanya tersebut berstatus (HGU) Hak Guna Usaha.
"Saya ingin minta izin, (tadi) disinggung tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu dari beberapa tempat itu benar. Tapi itu adalah HGU, itu milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
"Tapi daripada jatuh ke tangan asing, lebih baik saya kelola karena saya nasionalis," jelas Prabowo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan