kumparan
22 Mar 2019 10:18 WIB

TKN Jokowi Bertekad Rebut Suara Swing Voters

Capres no urut 01, Joko Widodo (tengah) di Deklarasi Dukungan 10.000 Pengusaha untuk Jokowi-Amin di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, (21/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tak bisa dipungkiri angka pemilih mengambang (swing voters) dalam pilpres kali ini akan menjadi rebutan kedua paslon. Pasalnya, angka swing voters masih cukup besar.
ADVERTISEMENT
Menyikapi hal ini, Juru Bicara Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Amin Garda Maharsi, mengamini sengitnya perebutan swing voters itu.
"Pertarungan sebenarnya kan untuk merebut hati para swing voters ini," kata Garda saat dihubungi, Jumat (22/3)
Oleh sebab itu, Garda mengaku di dalam sisa masa kampanye ini, pihaknya akan gencar memberikan pencerahan kepada pemilih yang belum menentukan sikap itu.
"Tugas kami lewat struktur tim kampanye dan relawan serta simpatisan untuk jadi juru terang bagi mereka," ucap Kepala Sekretariat Posko Cemara Jokowi-Ma'ruf Amin itu.
Sebab, menurut Garda, sebenarnya mereka merasakan langsung dampak kebijakan Jokowi selama empat tahun mulai dari akses infrastruktur, penyederhanaan regulasi, sampai jaminan kesehatan nasional.
ADVERTISEMENT
"Kenapa belum memutuskan pilihan? Karena mereka dijejali informasi yang salah, informasi kebohongan yang sistematis dan berjenjang," ucap caleg PDI Perjuangan dapil Lampung itu.
Sebelumnya, dari hasil survei SMRC maret 2019 sebanyak 54,9 persen responden memilih Jokowi-Ma'ruf, sedangkan 32,1 persen memilih Prabowo-Sandi. 13 persen responden belum menentukan pilihan.
Sementara itu di dalam survei lainnya yakni survei kompas (20/3) elektabilitas Jokowi - Ma'ruf memperoleh 49,2 persen, Prabowo - Sandi memperoleh 37,4 persen suara, dan sisanya 13,4 persen menyatakan masih rahasia atau belum memilih.
Data elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Foto: Putri Sarah/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan