kumparan
22 Feb 2019 13:59 WIB

TKN Tak Risau dengan Munajat 212: Jokowi Berpihak pada Umat Islam

Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf Bahlil Lahadalia. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menanggapi acara Munajat 212 yang dihadiri para tokoh pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
Publik diharapkan bisa membedakan kegiatan yang diselenggarakan untuk tujuan keagamaan dan politik. Mengingat, sempat terdengar teriakan 'Prabowo-Prabowo' dalam acara yang berlangsung di Monas pada Kamis (21/2).
“Begini, saya juga jadi bingung Munajat 212. Jadi sah-sah saja tetapi juga kita harus tahu kadar mana persoalan agama dijadikan sebagai persoalan politik. Tapi selama itu niatnya baik ya kita hargai saja,” kata Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN, Bahlil Lahadalia, di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (22/2).
Peserta yang hadir dalam acara Munajat 212 di Monas. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Meski dianggap sarat dengan motif politik, adanya acara yang bertajuk 212 dinilai tidak meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Sebab, kata Bahlil, peserta yang hadir tidak ada orang baru.
“Tapi yakinlah massanya ya itu-itu saja. Loe lagi loe lagi. Kita tidak terlalu risau,” ujar Bahlil.
ADVERTISEMENT
Bahlil juga merasa sosok Jokowi merupakan pemimpin yang peduli khususnya dengan umat Islam. Selain itu, sosok Ma’ruf yang dipilih sebagai cawapres semakin menunjukkan keberpihakan Jokowi kepada umat Islam.
“Kalau dibilang agama mau dipolitisasi justru Pak Jokowi ini dalam konteks politik pilpres sangat berpihak kepada umat Islam. Ketua MUI jadi wapresnya, kalau bela Islam justru Pak Kiai Ma’ruf yang mempunyai surat untuk memasukkan Saudara Ahok,” tutur Bahlil.
Bawaslu saat ini sedang mengkaji dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi dalam Munajat 212. Kajian dalam rangka pengawasan itu sedang dilakukan oleh Bawaslu DKI atas arahan Bawaslu RI.
Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon yang hadir dalam acara itu memastikan acara Munajat 212 di Monas tidak mengandung unsur kampanye. Meski, memang ada beberapa tokoh politik pendukung Prabowo-Sandi, seperti Amien Rais hingga Zulkifli Hasan.
ADVERTISEMENT
“Saya kira kalau saya lihat tidak ada ya yang menyangkut masalah ajakan atau apa yang terkait dengan itu. Semua saya rasa masih dalam koridor. Ya, tentu harus ada bumbu-bumbu, biasa itu bagian dari sebuah retorika untuk memberikan sambutan atau memberikan pencerahan,” kata Fadli di Monas, Jakarta, Jumat (22/2).
Acara Munajat 212 yang ditujukan sebagai aksi damai untuk mendoakan bangsa Indonesia itu diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari salat Magrib berjemaah hingga mendengar sambutan dari para tokoh, seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon hingga siaran video conference Habib Rizieq langsung dari Makkah.
Meski MUI Pusat telah mengimbau agar tidak ada sisipan politik di acara Munajat 212, namun beberapa peserta Munajat 212 terlihat beberapa kali meneriakkan nama Prabowo Subianto pada acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam acara itu pun Imam Besar FPI Rizieq Syihab turut memberikan pidato melalui video conference dari Makkah dan mengatakan siap untuk menenggelamkan rezim yang durhaka.
“Kami bertekad melawan kezaliman, menegakkan keadilan dengan jiwa raga, kami siap tenggelamkan rezim durhaka. Rezim pendukung penista agama. Namun tanpa izin-Mu kami tak bisa,” kata Rizieq.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan