Pencarian populer
Politik

TKN Usul Ada Tanya Jawab dengan Masyarakat saat Debat

Politisi PDIP, Eriko Sotarduga. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Eriko Sotarduga, mengusulkan adanya mekanisme tanya jawab dengan masyarakat di debat selanjutnya. Mekanisme ini digunakan untuk menjembatani langsung aspirasi masyarakat terhadap calon.

Namun, sebelum tanya jawab. Eriko mengusulkan adanya pemaparan program terlebih dahulu melalui media seperti televisi. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memiliki pemahaman menyeluruh terkait visi misi calon yang akan melaksanakan debat.

"Makanya saya secara konkrit juga menyampaikan kepada KPU dan di seluruh media televisi, sebaiknya memang ini menggali dari calon-calon ini juga penting. Membuat acara katakanlah satu minggu dua kali sesuai fotmat TV atau format media online atau media cetak silahkan saja menggali lebih jauh," kata Eriko usai diskusi "Buntut Siasat Debat Kedua" di Kedai Kopi di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (21/2).

Hal itu dilakukan, karena menurutnya, agar masyarakat paham betul mengenai apa yang ditawarkan oleh paslon di Pilpres. Sehingga ketika tanya jawab berlangsung, masyarakat sudah tahu apa yang nantinya akan ditanyakan.

"Sebenarnya dari evaluasi yang ada ini kita melihat bahwa sebenarnya debat ini bisa ditingkatkan lagi untuk lebih menarik lagi kepada masyarakat. Karena esensi sesungguhnya bukan hanya kepada calon atau tim pemenangan, debat ini kepada masyarakat," katanya.

"Sehingga pada saat debat nanti masyarakat yang bertanya untuk topik yang ditentukan. Sehingga apa pun itu akan menjadi lebih menarik. Apakah panelis boleh bertanya tentu ada usulan sepertu itu, apakah moderator boleh bertanya ya silahkan saja sah-sah saja. Tapi ini (pertanyaan) mewakili dari gambaran masyarakat yang ada," tambahnya.

Ia pun berpesan agar debat yang dilakukan tidak keluar dari esensinya bagi masyarakat. Ia berharap debat yang dilakukan akan menawarkan secara gamblang apa yang akan dilakukan oleh calon apabila terpilih di 5 tahun pemerintahannya.

"Jangan hanya dibahas substansinya saja, jangan hanya dibahas sesuai data saja, bukan itu sebenarnya. Tapi apa yang akan dilakukan menjadi pemimpin nanti kepada masyarakatnya kepada rakyatnya dalam 5 tahun itu," imbuhnya.

"Jangan sampai terbuang percuma waktu yang 5 tahun itu rakyat memilih kemudian ternyata esesnsi sesungguhnya yang diharapkan itu tidak didapatkan. Itu sebenarnya yang kita lihat dari debat ini," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: