kumparan
23 Jul 2018 12:58 WIB

Trump ke Iran: Jangan Ancam AS, atau Kalian Menderita

Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)
Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan keras terhadap ancaman yang dilayangkan pemerintah Iran kepada Amerika Serikat. Ini adalah satu lagi episode hubungan AS-Iran yang terus memburuk akibat program senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
Melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu (22/7) waktu AS, Trump menyampaikan pernyataan dengan seluruhnya menggunakan huruf kapital. Dia menegaskan bahwa AS tidak bisa diancam oleh Iran.
"Untuk Presiden Iran Rouhani: JANGAN, JANGAN PERNAH MENGANCAM AMERIKA SERIKAT LAGI ATAU KALIAN AKAN MENDERITA KONSEKUENSI SEPERTI YANG PERNAH DIDERITA SEDIKIT NEGARA DALAM SEJARAH," tulis Trump.
Pernyataan ini untuk menanggapi ancaman Presiden Hassan Rouhani terhadap AS yang membatalkan perjanjian nuklir dengan Iran. Rouhani mengancam AS agar tidak macam-macam dengan negaranya, dengan mengatakan: "Perang dengan Iran adalah induk dari semua perang."
Sejak Revolusi Islam 1979, Iran dan AS bersitegang. Hubungan kian buruk setelah Iran mengembangkan program nuklir yang dituding untuk membuat senjata dan mengancam AS serta sekutunya, salah satunya Israel.
ADVERTISEMENT
Slogan seperti "Death to America" telah dikumandangkan pemimpin revolusi Iran Ayatullah Khameini sejak puluhan tahun lalu. Trump menegaskan negaranya tidak akan lagi diam atas kata-kata itu.
"KAMI BUKAN LAGI NEGARA YANG HANYA DIAM ATAS KATA-KATA GILA KALIAN SOAL KEKERASAN DAN KEMATIAN. BERHATI-HATILAH!" tulis Trump.
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
Tahun ini Trump menarik AS dari perjanjian yang diteken pada 2015 oleh Iran dan negara-negara Barat. Dalam perjanjian itu disepakati pencabutan sanksi dan embargo jika Iran menurunkan kapasitas nuklir mereka.
Menurut Trump, perjanjian itu merugikan AS. Langkah Trump dikecam baik oleh Eropa dan Iran.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan retorika permusuhan para pemimpin Iran membuat negara itu seperti dipimpin oleh mafia, penuh dengan korupsi.
ADVERTISEMENT
"Iran dijalankan oleh sesuatu yang lebih seperti mafia daripada pemerintah," kata Pompeo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan