kumparan
31 Mar 2019 16:07 WIB

Turki Gelar Pilkada, Partai Erdogan Diprediksi Kalah di Ibu Kota

Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Turki menggelar pemilihan kepala daerah pada Minggu (31/3). Diprediksi partai Presiden Recep Tayyip Erdogan akan kalah suara di ibu kota untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.
ADVERTISEMENT
Dalam pemilihan kali ini warga Turki akan memilih walikota mereka dan pejabat tinggi lainnya di seluruh negeri. Voting dimulai pukul 7 pagi di bagian timur Turki dan sejam kemudian di wilayah lainnya negara itu.
Pemilu diikuti oleh lebih dari 57 juta orang. Tempat pemungutan suara akan tutup pada pukul 5 sore dan hasilnya diperkirakan diketahui pada tengah malam.
Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Ini adalah pilkada pertama sejak reformasi konstitusi 2017 yang mengokohkan posisi Erdogan sebagai presiden Turki.
Mengutip AFP, Erdogan dan partai yang dipimpinnya, Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) selalu memenangkan pilkada sejak pertama kali berkuasa pada 2002. Namun kali ini, kekuasaan AKP di ibu kota terancam.
Berbagai poling menunjukkan AKP akan kalah di ibu kota Ankara. AKP juga diprediksi kalah di Istanbul, tempat Erdogan pernah memimpin sebagai walikota.
Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Beberapa bulan sebelum pemilu, Erdogan telah melakukan sekitar 100 kampanye di seluruh Turki. Di Istanbul sendiri, Erdogan telah mengunjungi 14 lokasi berbeda dalam dua hari terakhir saja, dan lebih dari empat kali di Ankara.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan pilkada ini adalah waktunya rakyat Turki memilih untuk bersama AKP atau partai oposisi yang disebutnya pendukung teroris. Dia mengatakan, jika Ankara direbut maka warganya "yang akan membayarnya".
Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Pemilu ini dilakukan di tengah nilai tukar lira yang anjlok terhadap dolar. Erdogan mengatakan penurunan ekonomi Turki akibat serangan dari Barat.
"Meningkatnya serangan terhadap negara kita sebelum pemilu adalah untuk mengadang jalan bagi Turki yang besar dan kuat," kata Erdogan di Istanbul, Sabtu (30/3).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan