kumparan
4 Jun 2018 22:01 WIB

Tutut soal Viral Foto Warga di KRL: Orang Rindu dan Sayang Soeharto

Jumpa pers Mbak Tutut bersama rekan media (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Sosok warga mirip Presiden RI kedua Soeharto di commuter line, viral di media sosial beberapa waktu lalu, setelah disebarluaskan fotonya oleh fotografer Kompas Arbain Rambey melalui Twitter.
ADVERTISEMENT
Siti Hardijanti Rukmana, atau dikenal Mbak Tutut sudah mengetahui kabar itu. Apa komentar Mbak Tutut?
“Saya lihat memang itu mirip Bapak, tapi karena diambil foto oleh orang mungkin ada kerinduan orang,” ucap Tutut di kediamannya, Jalan Cendana, Jakarta, Senin (4/6).
“Jadi orang mirip Bapak tiba-tiba difoto diambil dan viral di media,” imbuhnya.
Jumpa pers Mbak Tutut bersama rekan media (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Ini suatu kerinduan dari seorang anak bangsa kepada bapaknya.

- Tutut Soeharto -

Tutut merasa bersyukur orang masih mengenang Ayahnya yang pernah 32 tahun menjabat sebagai presiden RI. Bagi Tutut, kabar viral itu menunjukkan masih banyak orang yang sayang dengan Soeharto.
“Kami bersyukur berarti masih banyak yang sayang dan cinta Bapak dan mengharapkan Bapak. Tapi Bapak enggak ada, kami penerusnya ini yang meneruskan pemikiran baik untuk bangsa agar NKRI tetap bersatu,” paparnya
ADVERTISEMENT
Tutut berpesan soal amanah ayahnya agar NKRI jangan sampai terpecah. Secara khusus kepada wartawan agar tidak membuat berita yang bisa memicu perpecahan.
“Jangan sampai terpecah. Hati-hati dengan berita-berita yang tidak seharusnya didengar masyarakat. Dipikir baik-baik untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Harry Soedjono yang mirip Soeharto di KRL (Foto: Dok. Istimewa)
Sebelumnya, setelah foto itu viral di media sosial, salah seorang warganet bernama Moses David Jonathan mengatakan, sosok tersebut tak lain merupakan pamannya yang bernama Harry Soedjono.
“Beliau pensiunan TVRI. Pensiunan wartawan. Makanya setelannya (pakaian yang dikenakan di KRL) pun kayak gitu," ujar Moses kepada kumparan, Jumat (1/6).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan