kumparan
26 Apr 2019 13:32 WIB

Waduk Pluit Semakin Dangkal, Penuh Lumpur dan Berbau

Aktivitas pengerukan tumpukan Eceng Gondok di Waduk Pluit. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Kondisi Waduk Pluit yang terletak di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, kian memprihatinkan. Meski sebelumnya pernah ada harapan waduk ini bisa bersih dan indah, nyatanya hari ini kondisinya tampak kumuh dan berbau.
ADVERTISEMENT
Kondisi yang tak terurus ini sempat menjadi perbincangan di media sosial. Mereka menyayangkan Waduk Pluit yang sudah dibangun dengan baik yang kondisinya justru memprihatinkan.
Pantauan kumparan, kondisi Waduk Pluit saat ini mengalami pendangkalan. Lumpur mengendap cukup tebal dan menumbuhkan eceng gondok sehingga menutupi permukaan air waduk. Lumpur yang tebal pun mengantarkan aroma tidak sedap ke area taman rekreasi yang mengitari Waduk Pluit.
Selain endapan lumpur dan eceng gondok, kondisi waduk juga diperparah dengan sampah yang menumpuk di sudut-sudut waduk. Jika dilihat dari lokasi penumpukannya, diprediksi sampah-sampah tersebut adalah buangan dari saluran-saluran limbah rumah tangga yang bermuara ke waduk Pluit.
Sampah di beberapa bagian tepi Waduk Pluit. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Seorang warga, Sri (45), ketika ditanyai terkait sampah yang menumpuk di pintu-pintu saluran air yang mengarah ke waduk Pluit, mengatakan bahwa warga di sekitar waduk pada umumnya tidak membuang sampah ke waduk.
ADVERTISEMENT
“Kita di sini ada petugas yang selalu mengangkut sampah pagi dan sore. Kalau yang di waduk itu saya kurang tahu. Kayaknya dari kali,” ungkapnya.
Salah seorang warga lain sekitaran waduk, Latifa, mengeluhkan kondisi Waduk Pluit kian hari kian tak terawat. Padahal, katanya, di masa-masa awal peresmiannya di tahun 2013, waduk Pluit sempat terlihat begitu indah dan nyaman.
Sampah di beberapa bagian tepi Waduk Pluit. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Menurutnya, kondisi tersebut berubah drastis beberapa tahun belakangan karena berkurangnya intensitas pembersihan waduk.
“Dulu bagus di sini. Airnya bersih dan tidak berbau. Soalnya rutin dibersihkan sama petugas waduk kan. Sekarang sih ya jarang (dibersihkan). Ini baru dikeruk tuh, baru sekarang itu, sebelum ini enggak ada,” ungkap Latifa yang ditemui di sekitar waduk.
Latifa yang sehari-hari berdagang di area taman keliling waduk, menyebut bahwa bau yang disebabkan endapan lumpur waduk juga sudah lama mengganggu. Hal itu juga membuat kuantitas pengunjung makin berkurang.
Aktifitas pengerukan tumpukan Eceng Gondok di Waduk Pluit. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
“Kalau orang-orang datang ke sini, itu mereka ke taman. Di taman kan enak ngadem itu. Tapi kalau di tepi-tepi waduk itu, orang enggak ke sana. Dari sini (taman) baunya udah kecium kan?” tutur Latifa.
ADVERTISEMENT
Latifa berharap, Waduk Pluit bisa bersih kembali. Ia ingin Waduk Pluit bisa difungsikan seperti tempat wisata, dengan ragam hiburannya.
“Kalau bagusnya bersih kan. Kita ingin di waduk bisa ada permainan juga, hiburan, ada kayak angsa-angsa (perahu kayuh berbentuk seekor angsa) gitu lho,” katanya.
Kondisi Waduk Pluit yang dipenuhi tanaman Eceng Gondok. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Saat kumparan berada di sekitar waduk, terlihat aktivitas pengerukan eceng gondok di tengah Waduk Pluit menggunakan alat berat. Belum diketahui apakah pengerukan itu untuk membersihkan eceng gondok atau lumpur yang mengendap. Sementara sampah di beberapa sudut waduk tampak belum tersentuh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan